Batampos - Hujan lebat dan badai telah menewaskan sedikitnya 121 orang di Afghanistan dan Pakistan dalam dua pekan terakhir.
Menurut Pejabat penanggulangan bencana di kedua negara mengatakan, cuaca buruk mengakibatkan hujan deras melanda Afghanistan sejak akhir Maret lalu, sehingga memicu banjir dan tanah longsor, serta merusak rumah penduduk dan lahan pertanian mereka.
"Sejak 26 Maret hingga hari ini, 77 orang tewas dan 137 lainnya luka-luka di seluruh negeri akibat banjir dan hujan," ujar Juru Bicara Otoritas Manajemen Bencana Afghanistan (ANDMA), Mohammad Yousuf Hammad, seperti dilansir dari AFP, Sabtu (4/4/2026).
Ia menambahkan, dalam 48 jam terakhir saja, 26 orang tewas dan 48 lainnya luka-luka akibat hujan, banjir, longsor, dan sambaran petir.
Baca Juga: Trump Beri Waktu 48 Jam Bagi Iran Buka Kembali Selat Hormuz
Korban terbaru di Afghanistan, menurut laporan kepolisian setempat, termasuk seorang anak yang tenggelam akibat banjir bandang di wilayah tenggara Ghazni, Sabtu (4/4/2026) hari ini. Dua anak lainnya juga dilaporkan tenggelam di distrik berbeda di provinsi yang sama.
Peristiwa itu terjadi beberapa jam setelah tiga orang tewas di Provinsi Kandahar, Afghanistan selatan, ketika atap rumah mereka runtuh akibat hujan, menurut otoritas penanggulangan bencana setempat.
Sementara itu, negara tetangga mereka, Pakistan, sebanyak 44 orang dilaporkan tewas akibat hujan deras dalam beberapa pekan terakhir.
Otoritas penanggulangan Bencana Pakistan menyebutkan, setidaknya 32 orang meninggal di provinsi utara Khyber Pakhtunkhwa sejak 25 Maret 2026, dan 12 lainnya di provinsi barat daya Balochistan sejak 20 Maret 2026 lalu. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak