batampos - Rolls Royce menunjukkan dominasinya di segmen ultra luxury dengan memperkenalkan model terbaru bertajuk Rolls Royce Project Nightingale.
Ini menjadi bagian dari lini eksklusif Coachbuild yang dikenal menghadirkan mobil dengan tingkat personalisasi tertinggi.
Project Nightingale hadir sebagai mobil convertible bertenaga listrik yang diproduksi hanya 100 unit di seluruh dunia.
Project Nightingale mengusung desain unik yang terinspirasi dari mobil eksperimental Rolls Royce era 1920-an seperti seri EX. Mobil ini memiliki kap mesin panjang, lampu depan vertikal, serta bodi besar dengan proporsi dramatis yang memberikan kesan elegan dan futuristik.
Salah satu fitur paling mencolok adalah bagian belakang dengan desain “Piano Boot” yang dapat terbuka ke samping seperti piano.
Baca Juga: Fitur Baru Toyota Land Cruiser 2027 Bikin SUV Makin Tangguh di Off Road
Mobil tersebut menggunakan velg berukuran 24 inci terbesar yang pernah dipasang pada kendaraan Rolls Royce serta balutan warna khusus yang terinspirasi dari Riviera Prancis.
Model Rolls Royce sebelumnya yang identik dengan mesin V12. Project Nightingale sepenuhnya menggunakan tenaga listrik (EV).
Project Nightingale diyakini berbasis platform yang sama dengan model listrik Spectre. Fokus utama kendaraan bukan pada kecepatan, tetapi kenyamanan dan pengalaman berkendara yang senyap khas Rolls Royce.
Project Nightingale menawarkan kemewahan khas Rolls Royce dengan fitur Starlight yang menghadirkan ribuan lampu menyerupai bintang di dalam kabin. Terdapat lebih dari 10.000 titik cahaya yang dirancang mengikuti ritme visual tertentu.
Mobil juga menawarkan tingkat personalisasi tinggi untuk setiap unit dibuat secara khusus sesuai permintaan pelanggan. Rolls Royce menerapkan sistem undangan khusus (invitation only) bagi calon pembeli.
Sejumlah laporan menyebut nilai mobil bisa mencapai jutaan dolar bahkan mendekati 9,5 juta dolar AS.
Produksi Project Nightingale akan sangat terbatas dengan hanya 100 unit yang dibuat secara global. Pengiriman pertama kepada pelanggan diperkirakan dimulai pada tahun 2028.(*)
Editor : Juliana Belence