batampos - Perbedaan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatra. Pertamina melakukan penyesuaian harga secara berkala, faktor distribusi dan status wilayah tertentu membuat harga Pertamax di beberapa kota tidak selalu sama.
Kenaikan harga Pertamax (RON 92) yang awalnya sekitar Rp12.300, naik menjadi Rp16.250 per liter.Pertamax Green 95 (RON 95) sekitar Rp12.900 naik menjadi Rp17.000 per liter.
Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax menunjukkan perbedaan antarwilayah di Sumatra. Faktor distribusi, status kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone/FTZ), dan kebijakan regional menjadi penyebab utama perbedaan harga tersebut.
Harga Pertamax di 5 Kota Sumatra
Berikut data harga Pertamax yang dikutip dari MyPertamina.id:
1. Medan (harga Pertamax Rp16.650)
2. Palembang (harga Pertamax Rp16.650)
3. Batam (harga Pertamax Rp15.500)
4. Tanjung Pinang (harga Pertamax Rp17.000)
5. Pekan Baru (harga Pertamax Rp17.000)
Baca Juga: Kaget Harga Pertamax Naik, Pengendara di Tanjungpinang Beralih ke Pertalite
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, dan formula harga yang ditetapkan pemerintah.
Pemerintah dan Pertamina masih mempertahankan harga BBM subsidi, seperti Pertalite dan Biosolar untuk menjaga daya beli masyarakat.
Kota Batam masih memiliki keunggulan dari sisi harga Pertamax dari keempat kota besar di Sumatra. Kondisi ini menjadi salah satu dampak positif dari status FTZ yang selama ini diterapkan di kota industri.(*)
Editor : Juliana Belence