batampos- Ratusan warga binaan menggunakan hak suaranya dalam Pilkada 2024 di TPS 902 yang berada di Lapas Umum Kelas IIA Tanjungpinang di Kampung Banjar, Kilometer (Km) 18, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Bintan pada Rabu (27/11/2024).
Pantauan di lokasi, para warga binaan yang akan menggunakan hak suara mereka harus bergantian.
Mulanya, mereka dipanggil dari kamar masing-masing, kemudian melewati pemeriksaan petugas Lapas.
Setelah itu, para warga binaan berjalan ke TPS dan menunggu di tempat yang disediakan sebelum dipanggil petugas untuk menyalurkan hak suara mereka.
Setelah dipanggil, para warga binaan diberi surat suara yang akan digunakan untuk mencoblos di bilik suara.
Selanjutnya, para warga binaan memasukkan surat suara ke kotak suara.
Terakhir, mereka mencelupkan jari ke tinta dan diarahkan kembali ke kamar.
"Kalau regulasinya tidak jauh beda dengan proses pemilihan di TPS lain. Cuma yang agak beda, para pemilih berada di dalam Lapas, jadi kita tidak kesulitan memanggil mereka untuk mencoblos," kata Kepala Lapas Kelas IIA Tanjungpinang, Mishbahuddin.
"Mereka dicek satu per satu, kemudian dipanggil sesuai list yang ada per kamar, dari kamar yang penghuninya banyak lalu ke kamar lainnya," tambahnya.
Dia menyebut, jumlah warga binaan di Lapas Kelas IIA Tanjungpinang sekitar 522 orang.
Dari jumlah itu, sekitar 341 orang warga binaan memiliki hak suara.
"Tapi hanya 61 orang warga binaan yang mencoblos untuk pemilihan gubernur dan bupati. Sisanya hanya mencoblos untuk gubernur saja, karena mereka berasal dari luar Bintan," ujarnya.
Dia mengatakan, tidak menemukan kendala dalam proses pemilihan di TPS yang ada di Lapas, karena dibantu pengamanan dari pihak Kepolisian dan sebanyak 15 orang petugas dari Lapas Kelas IIA Tanjungpinang.
Usai proses pencoblosan, petugas akan melakukan penghitungan surat suara yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB.
"Penghitungan di lokasi yang sama dengan mengikuti regulasi yang sudah diatur," pungkasnya.
Seorang warga binaan Lapas Kelas IIA Tanjungpinang, Darmawi bersyukur bisa menggunakan hak pilihnya dalam pilkada di Lapas Kelas IIA Tanjungpinang.
Pria yang berasal dari Anambas yang hanya mencoblos untuk pemilihan gubernur provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ini berharap, janji yang sudah disampaikan saat kampanye bisa tercapai untuk kesejahteraan masyarakat. (*)
Editor : Tunggul Manurung