Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Nelayan di Bintan Diterkam Buaya saat Hendak Melaut, Berhasil Diselamatkan Warga Sekitar

Tunggul Manurung • Selasa, 27 Mei 2025 | 13:25 WIB
Jamil, warga Kampung Tanah Merah menunjukkan lokasi Mahyudin saat diterkam buaya di bawah pelantar, Selasa (27/5/2025) siang.
Jamil, warga Kampung Tanah Merah menunjukkan lokasi Mahyudin saat diterkam buaya di bawah pelantar, Selasa (27/5/2025) siang.

batampos- Seorang nelayan di Bintan, Mahyudin, 49, diterkam buaya saat hendak melaut.

Peristiwa itu terjadi di bawah pelantar di RT 03 RW 02 Kampung Tanah Merah, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan pada Senin (26/5/2025) sekitar pukul 22.30 WIB.

Sebelum berangkat ke laut, Mahyudin melepaskan tali tambat sampannya di pelantar.

Saat akan melangkah ke sampannya, korban tiba-tiba diterkam buaya dan ditarik ke dalam air.

Seorang warga Kampung Tanah Merah, Jamil, 72, mengaku sedang berada di teras rumahnya ketika mendengar suara teriakan minta tolong dari Mahyudin.

Jamil langsung berlari ke lokasi setelah mendengar suara teriakan minta tolong dari Mahyudin.

Saat itu, Jamil melihat Mahyudin memegang tangga kayu di pelantar dengan satu tangan.

Jamil bersama anaknya mencoba menolong Mahyudin dengan meraih tangan lainnya dan berusaha menariknya ke atas.

Saat itu juga, Jamil melihat langsung buaya besar hitam sepanjang kurang lebih 4 meter muncul ke permukaan dan berusaha merebut Mahyudin dari mereka.

"Saya dan buaya saling tarik-tarikan, buaya menarik Mahyudin ke bawah, kami menariknya ke atas," ujar Jamil ditemui, Selasa (27/5/2025).

Setelah lebih kurang 20 menit melawan buaya, Jamil dan anaknya akhirnya berhasil melepaskan Mahyudin dari cengkeraman buaya.

Buaya itu kemudian melarikan diri ke arah kerambah setelah gagal memangsa Mahyudin.

Setelah menyelamatkan Mahyudin, Jamal melihat luka robek cukup besar di kaki kanan Mahyudin, sementara kaki kiri Mahyudin juga mengalami luka.

Setelah berhasil menarik Mahyudin dari cengkeraman buaya, Jamil mengatakan, Mahyudin terlihat kelelahan dan bersandar di pagar pelantar.

Jamil juga melihat darah mengalir deras dari kaki Mahyudin. Warga kemudian membersihkan darah yang keluar dari luka di kaki korban.

Setelah mendapat penanganan awal, Mahyudin dibawa ke rumah sakit di Tanjungpinang.

Rudi, warga lainnya mengaku kaget saat mendengar teriakan minta tolong dari Mahyudin.

Saat itu, Rudi masih berada di sampannya di laut.

Ia mencoba mengarahkan senter ke arah kerambah dan melihat buaya muncul di dekat kerambah dengan mata yang besar.

Warga lainnya mengaku, buaya hitam tersebut memang sering muncul di laut dan belakangan ini sering terlihat di perairan dekat pemukiman warga.

Ia mengatakan, populasi buaya di perairan mereka semakin meningkat dan berharap buaya tersebut dapat segera ditangkap sehingga tak meresahkan warga yang sebagian bermatapencaharian sebagai nelayan. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#nelayan #diterkam #buaya