batampos- Mahyudin, 49, nelayan Bintan berhasil selamat dari serangan buaya pada Senin (26/5/2025) malam.
Warga Kampung Tanah Merah, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan ini sempat melawan dengan mencolok mata buaya untuk melepaskan diri dari cengkeraman buaya.
Kapolsek Teluk Bintan, Iptu Syamsuriya saat dihubungi, Selasa (27/5/2025) mengatakan, pihaknya telah menjenguk Mahyudin di rumah sakit setelah insiden serangan buaya tersebut.
Dari keterangan awal, Mahyudin yang hendak melangkah ke sampannya untuk melaut diterkam buaya dan menyebabkan Mahyudin jatuh ke laut.
Saat terjatuh, buaya memutar-mutar tubuh Mahyudin.
Menurut Suriya, Mahyudin tidak melawan saat buaya memutar tubuhnya karena takut kakinya patah.
Namun setelah itu, Mahyudin berusaha melepaskan diri dari gigitan buaya dengan mencolok mata buaya.
Setelah berhasil melepaskan diri dari gigitan buaya, Mahyudin meraih tangga kayu pelantar dan berteriak meminta tolong.
Teriakannya didengar oleh Jamil, 72 yang kemudian datang untuk menolongnya.
Jamil berusaha menarik Mahyudin ke atas untuk menyelamatkannya, namun buaya masih berusaha merebutnya kembali dengan menarik Mahyudin ke bawah.
Saat itu terjadi tarik menarik antara Jamil dan buaya.
Setelah kurang lebih 20 menit berjuang, Jamil dan anaknya akhirnya berhasil melepaskan Mahyudin dari cengkeraman buaya.
Setelah diselamatkan, Mahyudin mengalami luka di bagian kedua kakinya dan langsung dibawa ke RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Tanjungpinang.
Dari hasil pemeriksaan medis, Suriya mengatakan bahwa Mahyudin mengalami luka robek di bagian betis kedua kaki akibat gigitan buaya.
Mahyudin juga mengalami luka di bagian paha kanan dan luka lecet di jempol tangan kiri.
"Mahyudin saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit," pungkasnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung