batampos- Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaus Sholihin di Tanjunguban, Bintan menjadi perbincangan setelah seorang pelajarnya diduga dianiaya oleh kakak kelasnya.
Perwakilan Ponpes Mambaus Sholihin, Abdul Majid dikonfirmasi, Selasa (27/5/2025) membenarkan adanya kasus penganiayaan yang terjadi dua minggu lalu.
Insiden ini melibatkan empat orang kakak kelas yang baru dikukuhkan sebagai pengurus dengan seorang adik kelas.
"Problem anak-anak," ujar Abdul Majid.
Abdul Majid mengatakan, pihak pondok pesantren mengambil langkah persuasif dan melakukan mediasi antara kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah ini.
Kapolsek Bintan Utara Kompol Nurman dikonfirmasi, Selasa (27/5/2025) sore mengatakan, pihaknya telah memanggil pihak Ponpes Mambaus Sholihin ke kantor polisi.
"Kita mau ambil keterangan di Polsek, tapi belum datang," kata Nurman.
"Kita undang hari ini, tapi kalau tidak datang, kita ke sana (Ponpes)," tambah Nurman. (*)
Editor : Tunggul Manurung