Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

  Cuaca Ekstrem Terjang Belasan Rumah di Bintan, 35 Jiwa Terdampak

Slamet Nofasusanto • Selasa, 2 September 2025 | 18:00 WIB

 

 

Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah menyerahkan bantuan logistik sekaligus verifikasi kerusakan rumah hunian masyarakat korban bencana cuaca ekstrem di Kampung Jawa RT 003 RW 001 Desa Toapaya.
Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah menyerahkan bantuan logistik sekaligus verifikasi kerusakan rumah hunian masyarakat korban bencana cuaca ekstrem di Kampung Jawa RT 003 RW 001 Desa Toapaya.

batampos- Cuaca ekstrem pada Senin (1/9/2025) menyebabkan kerusakan pada belasan rumah di lima kecamatan di Bintan.

Berdasarkan data BPBD Bintan, bencana ini menyebabkan 12 keluarga dengan total 35 jiwa terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bintan, Ramlah mengatakan, kerusakan terjadi pada beberapa rumah warga di Kecamatan Toapaya, Gunung Kijang, Bintan Pesisir, Bintan Timur dan Bintan Utara.

"Belasan rumah di lima kecamatan mengalami kerusakan akibat angin kencang disertai hujan deras hingga pohon tumbang," kata Ramlah ketika dihubungi Selasa (2/9/2025).

Di Kecamatan Toapaya, satu rumah di Kampung Jawa mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon.

Di Kecamatan Bintan Pesisir, tiga rumah yang tersebar di dua desa, yaitu satu rumah di Desa Kelong dan dua rumah di Desa Air Glubi mengalami kerusakan akibat angin kencang.

Di Kecamatan Gunung Kijang, kerusakan terjadi pada lima rumah dan satu penginapan kosong.

Lima rumah itu yakni rumah Bahar di Teluk Dalam RT 01 RW 001, dengan kerusakan pada teras, dapur, ruang tamu, dan 10 asbes rusak serta 4 spandek diterbangkan angin.

Rumah Hery Yanto, dengan kerusakan pada spandek dan atap dapur yang tertimpa pohon.

Rumah Abdul Wahid di Kawal Pantai RT 003 RW 001, dengan kerusakan pada dapur dan kamar akibat asbes pecah.

Rumah Abdullah di Kawal Pantai, dengan kerusakan pada asbes warung dan kamar dan rumah Saimun di Kampung Bansun, dengan kerusakan pada bagian dapur.

Sementara penginapan kosong milik warga bernama Zainuriah di Kawal, dengan kerusakan akibat diterjang angin.

Di Kecamatan Bintan Timur, cuaca ekstrem menyebabkan kerusakan pada satu rumah Syukur di Kampung Sungai Enam rusak tertimpa pohon tumbang.

Sementara di Kecamatan Bintan Utara, rumah Lia Wagiyah di Kampung Sungai Jeram, Desa Lancang Kuning juga mengalami kerusakan.

Ramlah mengatakan, BPBD Bintan telah melakukan berbagai upaya dalam menanggapi bencana diantaranya yakni melalukan penilaian kerusakan dan kerugian serta pemenuhan kebutuhan dasar untuk dasar acuan bagi warga yang terdampak.

BPBD Bintan juga melaksanakan koordinasi dengan stakholder terkait, peninjauan lokasi terdampak bencana dan pendistribusian bantuan logistik.

"Masyarakat beserta beberapa unsur terkait juga terlibat dalam proses pembersihan puing puing atap rumah yang rusak dan melakukan upaya perbaikan dan pemindahan barang," katanya.

Ia mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca signifikan berupa hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang hingga 3 hari ke depan.

"Khususnya di wilayah rawan bencana hidrometeorologi, diharapkan untuk mewaspadai potensi banjir, angin kencang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang," pungkasnya. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#cuaca ekstrem #rusak rumah