batampos- Bintan kembali meraih penghargaan sebagai Daerah Perbatasan Terinovatif Nasional dalam ajang Innovative Government Award (IGA Award) 2025.
Penghargaan ini diterima langsung oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan, di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta Pusat, Rabu (10/12).
Bupati Bintan, Roby Kurniawan, mengatakan inovasi adalah kunci untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang kolaboratif, adaptif, dan berdaya saing.
Keberhasilan Bintan meraih penghargaan IGA Award 2025 merupakan hasil kolaborasi dan kontribusi masyarakat dalam meningkatkan pelayanan publik.
Ia mendedikasikan penghargaan IGA Award 2025 kepada masyarakat Bintan.
"Alhamdulillah, hasil kolaborasi dari semuanya. Ini untuk seluruh masyarakat Bintan," katanya.
Ia memaparkan bahwa transformasi digital Bintan dalam pelayanan pajak daerah melalui aplikasi LAPAK BUNGA. Layanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) kini 100 persen berbasis online, meningkatkan efisiensi pelayanan publik hingga 70 persen dan kepatuhan wajib pajak 65 persen.
Tunggakan pajak menurun 40 persen, realisasi penerimaan PBB meningkat 20 hingga 25 persen per tahun, dan 95 persen proses administrasi paperless.
Selain itu, RSUD Bintan juga meluncurkan inovasi Layanan Antar Pasien Pasca Rawat Inap, inovasi yang mendapat apresiasi tinggi.
Program ini telah melayani lebih dari 500 pasien hingga November 2025, dengan layanan antar gratis ke rumah untuk pasien kurang mampu, khususnya DTKS desil 1-2.
"Alhamdulillah, sejak diluncurkan, program ini telah membantu menghemat biaya transportasi para pasien usai perawatan," ujarnya.
Layanan ini meningkatkan kepuasan pasien hingga 90 persen dan membantu RSUD Bintan naik akreditasi dari Perdana ke Paripurna berkat pelayanan humanis.
Pemkab Bintan juga memperkuat tata kelola inovasi melalui pembentukan Tim Pembina Inovasi Daerah (TPID) yang melibatkan lintas perangkat daerah seperti Bapperida, Inspektorat, Diskominfo, Dinas PMD, Bagian Hukum, Kanwil Kemenkumham, dan STISIPOL Raja Haji.
Keterlibatan aktif perangkat daerah mencapai lebih dari 80 persen, dengan dukungan anggaran pembinaan inovasi sebesar Rp 1,68 Miliar melalui program GALANOVA Award.
Sejak 2020, Bintan telah menjadi rujukan inovasi bagi delapan daerah di Indonesia, di antaranya Kabupaten Karimun, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Labuhan Batu Utara, Kabupaten Lingga, TP-PKK Sulawesi Selatan dan Kabupaten Sumbawa.
Berbagai inovasi yang dijalankan terbukti membawa dampak signifikan terhadap efisiensi birokrasi dan kualitas pelayanan publik. Efisiensi administrasi meningkat hingga 60 persen, sementara partisipasi masyarakat dalam layanan digital mencapai lebih dari 75 persen.
“Inovasi telah mengubah cara kerja birokrasi menjadi lebih cepat, transparan, dan adaptif. Masyarakat kini lebih mudah mengakses layanan tanpa harus selalu datang ke kantor," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa inovasi telah menjadi budaya kerja di lingkungan Pemkab Bintan dan akan terus dikembangkan.
“Selama enam tahun berturut-turut Bintan telah menjadi Daerah Perbatasan Terinovatif Nasional sehingga Tantangan ke depan adalah mempertahankan prestasi ini dengan terus berinovasi, bukan semata karena lomba, tetapi demi pelayanan publik yang semakin baik bagi masyarakat Bintan” pungkasnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung