batampos – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjunguban mencatat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2025 sebesar Rp 19.327.029.438 atau sekitar 62,69 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 30.827.200.000.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjunguban, Adi Hari Pianto, menjelaskan capaian PNBP tersebut belum memenuhi target karena dipengaruhi kebijakan Visa on Arrival (VoA) tujuh hari dengan tarif lebih rendah.
“VoA tujuh hari ditujukan bagi pemegang Permanent Resident (PR) dan Student Pass Singapura dengan tarif Rp 250 ribu, sedangkan VoA 30 hari tarifnya Rp 500 ribu,” kata Adi.
Ia menjelaskan, kebijakan VoA tujuh hari diterapkan saat pandemi Covid-19 masih berdampak pada sektor pariwisata Kepulauan Riau. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat.
Selain itu, kebijakan Bebas Visa Kunjungan bagi pemegang PR Singapura dengan masa tinggal maksimal empat hari juga turut berdampak pada penurunan PNBP.
Meski target PNBP tidak tercapai, Adi menilai kebijakan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya sektor pariwisata dan perhotelan.
“Peran Imigrasi juga sebagai fasilitator pembangunan ekonomi. PNBP mungkin menurun, tetapi tingkat hunian hotel di Kepri hampir mencapai 90 persen,” ujarnya.
Lebih lanjut, Adi menyebutkan target PNBP tahun 2027 diturunkan menjadi sekitar Rp 25 miliar karena dinilai lebih realistis dibandingkan target awal sebesar Rp 30 miliar.
Selain pelayanan keimigrasian reguler, Imigrasi Tanjunguban juga melaksanakan pemeriksaan keimigrasian di atas kapal pesiar MV Star Voyager yang berlabuh di perairan Bintan pada 18 Desember 2025 dengan membawa sekitar 2.000 penumpang.
Kapal pesiar tersebut melayani rute Singapura–Port Lang–Lagoi–Singapura dan dijadwalkan beroperasi sebanyak delapan trip mulai 18 Desember 2025 hingga 8 Februari 2026 guna mendukung sektor pariwisata di kawasan Lagoi.
“Trip kedua dijadwalkan berangkat pada 25 Desember,” katanya.
Menurut Adi, wisatawan kapal pesiar umumnya turun di kawasan wisata Bintan Resorts Lagoi. Namun pada kunjungan pertama, kapal hanya singgah sebentar akibat cuaca berangin kencang sebelum kembali ke Singapura.
Ia menambahkan, kehadiran kapal pesiar di perairan Lagoi berpotensi mendongkrak PNBP karena mayoritas penumpang menggunakan VoA. Namun karena sudah memasuki akhir tahun, dampaknya terhadap penerimaan negara belum terlalu signifikan. (*)
Editor : M Tahang