batampos – Tragedi kembali terjadi di perairan Teluk Bintan. Seorang nelayan Kampung Tembeling, Kelurahan Tembeling Tanjung, Kecamatan Teluk Bintan, Imran bin H Sanjah (34), tewas setelah diterkam buaya saat bersiap melaut, Jumat (16/1) dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.45 WIB. Saat itu, korban tengah duduk di atas sampannya sambil membereskan jaring.
Tokoh masyarakat Tembeling Tanjung, Datok Arman, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan korban sempat berteriak meminta tolong ketika buaya tiba-tiba menariknya ke laut.
“Dia lagi duduk di atas sampan, beres-beres jaring karena mau turun ke laut,” kata Datok Arman.
Teriakan korban didengar oleh abang kandungnya, Jali, yang langsung keluar rumah sambil membawa parang. Namun, niatnya menyerang buaya diurungkan karena khawatir mengenai adiknya yang masih berada di dekat hewan tersebut.
Warga kemudian melakukan pencarian. Korban ditemukan sekitar pukul 04.45 WIB, atau selepas azan Subuh, sekitar lima meter dari lokasi awal diterkam.
“Korban ditemukan di bawah atap tempat sampan yang roboh,” ujar Datok Arman.
Pada tubuh korban terdapat luka robek di bagian mata kanan, dahi, bibir, serta lengan atau bahu kiri.
Datok Arman menambahkan, insiden serupa sudah berulang kali terjadi di wilayah tersebut. Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk menangani keberadaan buaya yang kerap meresahkan warga.
“Buaya memang hewan dilindungi, tapi masyarakat sudah sangat takut,” katanya. (*)
Editor : M Tahang