Batampos - Ancaman buaya di Kabupaten Bintan, khususnya di Kecamatan Teluk Bintan, dinilai semakin mengkhawatirkan. Menyikapi kondisi tersebut, Ketua DPRD Bintan, Fiven Sumanti, mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah cepat dan tepat guna melindungi keselamatan masyarakat.
Desakan itu disampaikan menyusul terjadinya beberapa insiden serangan buaya terhadap warga, termasuk peristiwa tragis yang menimpa seorang nelayan di Teluk Bintan.
Fiven mengatakan, DPRD Bintan telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan terkait penanganan ancaman buaya. Selain itu, permasalahan ini juga akan kembali dibahas bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
"Pemerintah daerah harus segera mengambil tindakan nyata. Masalah ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keselamatan masyarakat," tegas Fiven saat ditemui kemarin.
Baca Juga: Tim PT BIIE dan Tanjungpermai Juara Turnamen Bola Voli Teksas Cup X di Bintan
Ia menambahkan, sebagian besar masyarakat di Kecamatan Teluk Bintan menggantungkan hidup dari hasil laut. Namun, keberadaan buaya di perairan sekitar permukiman membuat warga dihantui rasa takut saat beraktivitas.
"Masyarakat tahu di sekitarnya ada buaya, dan pemerintah memang sudah memasang plang imbauan ‘hati-hati ada buaya’. Tetapi imbauan saja tidak cukup untuk mengatasi persoalan yang semakin serius ini," ujarnya.
Fiven berharap pemerintah daerah dapat menghadirkan solusi konkret agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat mencari nafkah.
Baca Juga: Bukan Mobil Biasa, Huawei Luxeed V9 Usung Teknologi Otonom dan Kabin Mewah
“Kita berharap masalah ini bisa segera diatasi sehingga masyarakat dapat bekerja dengan tenang dan rasa aman,” katanya.
Di sisi lain, Fiven juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan serta berhati-hati saat melakukan aktivitas di laut maupun di sekitar perairan yang rawan kemunculan buaya.
Sebelumnya diberitakan, seorang nelayan bernama Imran bin H Sanjah,34, warga Kampung Tembeling, Kelurahan Tembeling Tanjung, Kecamatan Teluk Bintan, meninggal dunia setelah diterkam buaya, Jumat (16/1/2026) dini hari.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 03.45 WIB, saat korban sedang duduk di atas sampannya sambil membereskan jaring sebelum melaut. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak