Warga Kampung Tembeling Trauma Usai Serangan Buaya, Desak Pemerintah Bertindak Cari Solusi
Slamet Nofasusanto• Rabu, 21 Januari 2026 | 13:30 WIB
BPBD melaksanakan rapat koordinasi bersama instansi terkait termasuk KKP terkait penanganan buaya di Kantor Camat Teluk Bintan, Selasa (20/1/2026). F. Agus Ariyadi untuk Batam Pos.
Batampos - Warga Kampung Tembeling, Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, diliputi rasa khawatir menyusul kembali terjadinya serangan buaya terhadap warga. Insiden terbaru bahkan menelan satu korban jiwa, sehingga memicu trauma dan ketakutan untuk beraktivitas di laut.
Seorang warga Kampung Tembeling, Ali Rusli, mengungkapkan, peristiwa tersebut membuat warga takut untuk melaut maupun melakukan aktivitas di pesisir. "Kami jadi khawatir dan takut ke laut," ujar Ali.
Menurutnya, kasus warga diterkam buaya di kampung tersebut telah terjadi sebanyak tiga kali. Dari tiga kejadian itu, dua korban berhasil selamat meski mengalami luka serius, sementara satu korban meninggal dunia akibat serangan buaya.
"Yang terakhir ini sangat membuat kami takut. Warga sudah resah," katanya.
Ali berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi masalah kemunculan buaya yang kerap terlihat di sekitar permukiman warga dan jalur aktivitas nelayan.
"Kami minta ada solusi nyata, supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi," harapnya.
Kekhawatiran warga semakin meningkat karena buaya sering muncul di lokasi yang biasa digunakan masyarakat untuk mencari ikan dan beraktivitas sehari-hari. (*)