Sumur Warga Mulai Kering, Warga Kampung Sungai Jeram Bintan Terpaksa Beli Air Rp70 Ribu per Minggu
Slamet Nofasusanto• Selasa, 27 Januari 2026 | 19:00 WIB
Heni, warga Kampung Sungai Jeram menunjukkan kondisi sumurnya yang mulai mengering. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos
Batampos - Musim kemarau yang melanda Kabupaten Bintan mulai berdampak pada ketersediaan air bersih bagi warga. Sejumlah warga di Kampung Sungai Jeram, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, terpaksa membeli air akibat sumur rumah tangga mereka mulai mengering.
Salah satu warga, Heni Setiowati, mengungkapkan kondisi sumur miliknya telah menyusut sejak sekitar satu bulan terakhir. Akibatnya, ia harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sudah sebulan air sumur menyusut,” kata Heni saat ditemui Selasa (27/1/2026).
Ia mengaku membeli air sekitar 1.000 liter setiap minggu dengan harga Rp70 ribu. Air tersebut digunakan untuk keperluan mencuci pakaian dan kebutuhan rumah tangga lainnya, sementara untuk konsumsi minum ia masih mengandalkan air galon.
“Kalau buat cuci baju dan keperluan lainnya pakai air beli, kalau untuk minum beli air galon,” ujarnya.
Heni menyebut, kondisi serupa juga dialami oleh sedikitnya tiga rumah lainnya di lingkungan tempat tinggalnya. Warga berharap adanya perhatian dan bantuan air bersih dari pemerintah daerah selama musim kemarau berlangsung.
“Kami berharap ada bantuan air dari pemerintah daerah selama musim kemarau,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan, Ramlah, mengatakan pihaknya belum dapat memenuhi seluruh permintaan masyarakat terkait distribusi air bersih.
Menurut Ramlah, saat ini BPBD Bintan masih memfokuskan penanganan kebakaran lahan yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
“Saat ini fokus kami masih pada penanganan kebakaran lahan,” katanya.
Ia juga mengakui keterbatasan operasional BPBD, baik dari sisi sarana, prasarana, maupun jumlah personel yang tersedia.
“Sarana dan prasarana yang ada di Bintan masih terbatas,” ujarnya.
Meski demikian, Ramlah berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut serta terus memberikan dukungan kepada pemerintah daerah dalam menghadapi dampak musim kemarau. (*)