Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Aroma Minyak Ganggu Wisatawan, Pengelola Mutiara Beach Resort Minta Penanganan Dinas Lingkungan Hidup

Slamet Nofasusanto • Jumat, 30 Januari 2026 | 09:00 WIB

PANTAI Mutiara Beach Resort di Telokdalam, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, tercemar limbah minyak hitam, Rabu (28/1/2026) malam. F.Marc Thalmann untuk Batam Pos.
PANTAI Mutiara Beach Resort di Telokdalam, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, tercemar limbah minyak hitam, Rabu (28/1/2026) malam. F.Marc Thalmann untuk Batam Pos.

Batampos -  Pencemaran limbah minyak hitam di Pantai Mutiara Beach Resort, Telokdalam, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu kenyamanan wisatawan.

Pemilik resort, Marc Thalmann, mengatakan aroma minyak yang menyengat tercium hingga ke kamar-kamar tamu. Kondisi tersebut membuat wisatawan merasa tidak nyaman selama berada di kawasan resort.

“Baunya cukup menyengat dan bisa tercium sampai ke kamar wisatawan,” ujar Marc saat ditemui, Kamis (29/1/2026).

Saat ini, pihak resort berupaya melakukan pembersihan secara manual. Sebanyak lima orang pekerja dikerahkan untuk membersihkan limbah minyak hitam yang terdampar di pantai dan memasukkannya ke dalam karung.

Baca Juga: Mentan Amran Masuk Dewan Energi Nasional, Pertanian Disiapkan Jadi Penopang Transisi Energi

Namun Marc mengakui, penanganan limbah minyak bukan kewenangan pihak resort sepenuhnya. Ia berharap dinas terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dapat segera turun tangan.

“Biasanya ini ditangani oleh DLH. Kami membutuhkan drum untuk menampung limbah minyak tersebut,” katanya.

Marc menjelaskan, limbah minyak yang sudah terkumpul nantinya akan dimasukkan ke dalam drum sebelum diangkut oleh DLH untuk diproses lebih lanjut. Hingga kini, drum yang dibutuhkan belum juga tersedia.

Ia berharap pihak terkait segera mengambil langkah cepat, baik untuk penanganan limbah maupun upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

“Pantai ini kawasan wisata. Kalau sering tercemar seperti ini, tentu akan berdampak besar bagi pariwisata,” pungkasnya.(*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Pantai Mutiara Bintan #limbah #bintan #pencemaran lingkungan