Batampos - Mobil pemadam kebakaran (Damkar) Tanjunguban rusak, sehingga penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Bintan bagian Utara terganggu dan tidak maksimal.
Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi mengatakan bahwa mobil tersebut menunjukkan gejala kerusakan saat memadamkan kebakaran lahan di jalan Indunsuri, Tanjunguban, pada Rabu (4/2/2026) malam.
"Gejalanya adalah koplingnya ditekan tidak kembali dan susah masuk gigi," katanya.
Setelah itu, petugas menambah minyak rem, tapi malah berkurang. "Dari situ kita sudah yakin pasti ada yang tidak beres," tambahnya.
Panyodi mengatakan, sudah melaporkan kerusakan tersebut ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan dan sedang dalam proses perbaikan.
"Kita lapor kantor dan mekanik dari bengkel di Tanjungpinang yang datang ke tempat kami," katanya.
Karena UPT Damkar Tanjunguban hanya memiliki satu unit armada, maka tidak ada penganti mobil damkar.
"Itulah kenapa kita perlu tambahan armada, kalau satu armada rusak jadi ada armada pengantinya," katanya.
Panyodi mengatakan bahwa untuk sementara, pihaknya tidak bisa melayani secara maksimal karena mobil damkar mengalami kerusakan.
"Kalau ada kejadian, kita akan minta bantuan ke instansi lain, seperti Fasharkan atau Pertamina," katanya.
Ia mengimbau masyarakat tidak membakar lahan atau sampah, karena dalam sehari bisa terjadi 4 titik kebakaran lahan.
"Kami berharap masyarakat dapat memahami kondisi ini dan tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah," tambahnya.
Panyodi juga mengingatkan bahwa kebakaran hutan dan lahan dapat menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat dan lingkungan.
"Kami juga berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan kami untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan," katanya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak