Batampos - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Seri Kuala Lobam kembali menjadi sorotan setelah menunda distribusi makan bergizi gratis (MBG) kepada para penerima manfaatnya, pada Selasa (31/3/2026).
Ini bukan kali pertama SPPG di jalan Indunsuri, Kelurahan Tanjungpermai, Kecamatan Seri Kuala Lobam menjadi perhatian.
Sebelumnya, SPPG ini sempat diberhentikan operasional sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) atas dugaan penyajian menu yang tidak sesuai yakni menu kelapa utuh.
Setelah melalui proses evaluasi, SPPG ini akhirnya diaktifkan dan beroperasi kembali.
Namun, SPPG ini kembali menjadi perhatian ketika mereka terpaksa menunda pendistribusian MBG karena tidak adanya tenaga ahli gizi yang bertugas dan keterbatasan air akibat kekeringan yang melanda wilayah tersebut.
Baca Juga: Kisah Seorang Ibu Hadang Mobil Polisi di Anambas, Ingin Tahu Nasib Anak yang Hilang Sejak Februari
Menurut surat edaran yang diperoleh, tidak adanya tenaga ahli gizi menjadi salah satu penyebab pendistribusian MBG.
Selain itu, kondisi kekeringan yang melanda membuat proses persiapan dan distribusi terhambat.
Kegiatan pendistribusian MBG ditunda sampai kondisi memungkinkan dan tenaga ahli gizi tersedia.
Salah satu orangtua penerima manfaat, Adi mengungkapkan anaknya sudah dua hari tidak menerima MBG.
Ia baru mengetahui informasi penundaan pendistribusian MBG setelah menerima informasi surat edarannya.
"Informasinya ahli gizinya keluar. Sudah itu, air tidak ada. Maunya, mereka menyiapkan air pakai tangki-tangki," tambahnya.
Baca Juga: 190 Kali Kebakaran Dalam Tiga Bulan, 85 Hektare Lahan Terbakar di Karimun
Ia berharap masalah yang dihadapi SPPG Seri Kuala Lobam dapat segera teratasi sehingga MBG dapat kembali didistribusikan kepada penerima manfaat.
Pihak SPPG Seri Kuala Lobam belum memberikan tanggapan terkait penundaan distribusi MBG di wilayah tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SPPG Seri Kuala Lobam, Rizki Sembiring belum memberikan pernyataan resmi mengenai masalah ini.
Begitu juga Koordinator MBG wilayah Kabupaten Bintan, Pina Deli, hingga berita ini diterbitkan belum menanggapi hal ini. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak