Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Warga Kritik Rencana Sumur Bor, Soroti Sumber Air di Sekitar SPAM Lobam

Slamet Nofasusanto • Sabtu, 4 April 2026 | 06:04 WIB
Salah satu sumber air baku yang bisa dimanfaatkan di Kampung Sei Lepan, Kecamatan Seri Kuala Lobam. F. Kiriman Pardo untuk Batam Pos
Salah satu sumber air baku yang bisa dimanfaatkan di Kampung Sei Lepan, Kecamatan Seri Kuala Lobam. F. Kiriman Pardo untuk Batam Pos

 batampos – Rencana pembangunan sumur bor untuk mengatasi kekeringan di Kecamatan Seri Kuala Lobam mendapat sorotan dari warga. Mereka menilai solusi tersebut belum tentu efektif jika tidak diiringi pengelolaan yang berkelanjutan.

Salah seorang warga, Erdis Suhendri, mengatakan sumur bor memang dapat menjadi alternatif sumber air. Namun, ia meragukan efektivitasnya dalam jangka panjang.

“Kalau air SPAM kembali normal, sumur bor bisa terbengkalai karena tidak ada yang merawat,” ujarnya.

Baca Juga: Debit Air Siantan Naik Tipis, Cadangan Diperkirakan Bertahan 3 Minggu

Ia justru mendorong pemerintah untuk memaksimalkan sumber air yang sudah ada di sekitar SPAM IKK Seri Kuala Lobam sebagai solusi utama.

Menurutnya, optimalisasi sumber air baku tersebut dinilai lebih efisien karena jaringan distribusinya sudah langsung terhubung ke rumah warga.

“Kalau yang belum tersambung, bisa ikut memanfaatkan jaringan yang ada,” tambahnya.

Erdis juga menyebut adanya potensi sumber air lain di sekitar waduk, seperti dua kubangan besar yang dikenal masyarakat sebagai danau biru.

“Kenapa tidak dimaksimalkan saja sumber yang sudah ada,” katanya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bintan tetap melanjutkan rencana pembangunan sumur bor sebagai langkah penanganan darurat.

Sekretaris Daerah Bintan, Ronny Kartika, mengatakan proyek tersebut akan segera direalisasikan menggunakan anggaran tanggap darurat.

Baca Juga: Tiga Warga Karimun Suspek Campak, Hasil Lab Masih Ditunggu

“Kita targetkan dalam waktu dua minggu sudah bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Bintan, Wan Affandi, menambahkan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan survei untuk menentukan titik dan kedalaman sumur bor.

Setiap unit sumur bor diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp150 juta.

Pemerintah berharap pembangunan ini dapat menjadi solusi cepat bagi masyarakat yang terdampak krisis air, sembari terus mengkaji pemanfaatan sumber air lainnya secara lebih optimal. (*)

Editor : M Tahang
#sumur bor #Waduk SPAM IKK Seri Kuala Lobam