Batampos - Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Kuala Sempang, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan telah berjalan 9 bulan dan mencatatkan laba bersih sekitar Rp 21 juta.
"Pada tutup buku akhir Desember 2025, tercatat laba bersih sekitar Rp 21 juta," ungkap Ketua Koperasi Desa Merah Putih Desa Kuala Sempang, Shalahuddin.
Mengenai omzet, dia mengaku, angkanya naik turun setiap bulan. Omzet tertinggi terjadi pada bulan Oktober hingga November 2025 menembus sekitar Rp 200 juta.
Namun, omzet koperasi pada awal tahun 2026 mengalami penurunan.
"Bulan Januari 2026 karena barang susah masuk, jadi omzet kita tercatat sekitar Rp 150 juta," katanya.
Meski omzet dan laba bersih belum besar, ia mengatakan, kehadiran koperasi merah putih menjawab kebutuhan warga untuk mendapat sembako dengan harga terjangkau.
"Karena harja di koperasi relatif lebih murah, warga belanja kebutuhan harian di sini," katanya.
Baca Juga: Keluar Daerah Saat WFH, ASN Dianggap Absen
Tak hanya melayani pembeli eceran, koperasi juga menyuplai barang kebutuhan pokok ke warung-warung di Desa Kuala Sempang, salah satunya minyak goreng.
"Minyak dari Bulog, karena kita mitranya Bulog sehingga harga jual bisa ditekan lebih murah," kata dia.
Ia mengatakan, saat ini koperasi mempekerjakan 4 orang yakni 1 orang bagian administrasi, 1 orang bagian pergudangan dan 2 orang kasir.
"Kasir dibagi 2 shift. Shift pertama dari jam 8 pagi sampai jam 2 siang, kemudian jam 2 siang sampai jam 10 malam," katanya.
Ke depan, ia mengatakan, koperasi akan memperkuat stok dan memperluas jenis barang sehingga warga dapat membeli kebutuhan pokok lebih lengkap dengan harga bersahabat. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak