Batampos - Puluhan warga Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir telah bekerja di Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri Pulau Poto.
Meski pembangunan belum masuk konstruksi, warga sudah merasakan dampak ekonomi dari investasi tersebut.
Ketua RT 09, Kampung Tenggel, Sardito mengatakan, warga menyambut baik masuknya investasi di pulau mereka karena membuka lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja lokal.
Baca Juga: Warga Letung Terima Bantuan Dua Ekor Sapi Kurban dari Presiden Prabowo, Berat Total 1 Ton
"Kurang lebih 20 orang warga Kampung Tenggel yang sudah bekerja di proyek itu," kata Sardito, Selasa (28/4/2026) sore.
Sardito mengatakan, proyek belum masuk tahap konstruksi karena masih proses pengambilan sampel.
"Pekerjaan masih di darat, pengeboran dan pengambilan sampel," kata Sardito.
Ia berharap ke depan, lebih banyak warga Kampung Tenggel mendapat perhatian dan bisa dipekerjakan permanen di proyek tersebut.
Salah satu warga Kampung Tenggel, La Mahamuddin mengungkapkan, pada awalnya warga sempat mendatangi lokasi proyek untuk meminta penjelasan.
"Kita sempat hentikan aktivitas di sana, lalu datang perwakilan dari perusahaan," kata La Mahamuddin.
Dalam pertemuan itu, ia mengatakan, salah satu permintaan warga adalah dapat bekerja di proyek tersebut.
"Memang dipenuhi, anak-anak kita di sini yang diutamakan bekerja di sana," kata La Mahamuddin.
Baca Juga: Hari Pertama Pengalihan Arus di Jalan Lintas Barat, Petugas Disiagakan di 2 Simpang
Ia juga memastikan, warga Kampung Tenggel tidak ikut dalam aksi menolak perluasan KEK Galang Batang ke Kawasan Industri Pulau Poto baru-baru ini.
Terpisah Kepala Desa Kelong, Alamin mengatakan, masyatakat telah beberapa kali bertemu dengan pihak perusahaan.
Dari pertemuan itu, pihak perusahaan bersedia merekrut tenaga kerja lokal.
"Sudah ada sekitar 50 warga kami yang bekerja di proyek tersebut, termasuk warga Kampung Tenggel," kata Alimin. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak