batampos - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menjadi langkah strategis untuk memperkuat hilirisasi perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan di berbagai daerah.
Saat mengunjungi salah satu unit pengolahan ikan (UPI) di Kabupaten Bintan, Kamis, Trenggono menjelaskan KNMP dirancang sebagai ekosistem perikanan terintegrasi yang menghubungkan kawasan nelayan, rantai dingin, distribusi, hingga industri pengolahan dan pasar.
“Kalau kampung nelayan merah putih ini berjalan, saya jamin kualitas produknya bagus karena rantai penanganannya dibenahi dari awal. Industri pengolahan juga akan lebih mudah menyerap hasil tangkapan nelayan,” ujar Trenggono dalam siaran pers KKP yang dikutip di Jakarta.
Baca Juga: Di Beijing, Trump Bicara Konfusius hingga Persahabatan AS-China
Menurut dia, tantangan utama sektor perikanan nasional saat ini bukan berada pada sisi hilir atau pasar, melainkan pembenahan sektor hulu, mulai dari produksi, penanganan hasil tangkapan, hingga penguatan ekosistem nelayan.
“Yang jadi soal sekarang ini bukan hilir kalau di perikanan, tapi soal pembenahan hulunya. Maka dari itu pemerintah lagi membenahi sektor hulu melalui program KNMP,” katanya.
Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan pembangunan lebih dari 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026 di berbagai wilayah Indonesia.
Sementara itu, tahun 2025 menjadi tahap awal pelaksanaan program dengan pembangunan 100 titik KNMP, di mana sebanyak 65 lokasi dilaporkan telah rampung sepenuhnya.
KKP menilai Kepulauan Riau sebagai salah satu wilayah strategis pengembangan KNMP karena memiliki karakteristik daerah kepulauan, aktivitas perikanan yang tinggi, serta posisi yang dekat dengan jalur perdagangan internasional.
Beberapa lokasi KNMP yang tengah dikembangkan di Kepri berada di Natuna dan Batam.
Konsep KNMP dikembangkan berbasis klaster yang menghubungkan kawasan nelayan dengan sentra distribusi, pelabuhan perikanan, unit pengolahan ikan, hingga pasar ekspor.
Melalui sistem tersebut, hasil tangkapan nelayan diharapkan dapat ditangani lebih baik sejak proses pendaratan ikan hingga masuk ke rantai distribusi dan pengolahan sehingga kualitas mutu hasil tangkapan tetap terjaga.
Baca Juga: Kasus Cabul Guru SMKN 1 Batam Masuk Tahap II, Segera Disidangkan
Trenggono menegaskan pemerintah ingin memastikan sumber daya perikanan nasional memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi nelayan lokal dan masyarakat pesisir.
“Program kampung nelayan merah putih ini peluang besar. Daerah harus aktif menangkap peluang itu supaya manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat nelayan,” ujar Trenggono. (*)
Editor : Putut Ariyo