batampos – Sebuah speedboat wisata yang mengangkut delapan turis asing, termasuk seorang bayi berusia enam bulan, terbalik di alur perairan Wisata Mangrove Lagoi, Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Minggu (31/5/2026) sore.
Beruntung, seluruh penumpang berhasil diselamatkan dalam insiden tersebut tanpa korban jiwa. Para wisatawan sempat mengapung di perairan mangrove sambil menunggu bantuan datang.
Kasat Polairud Polres Bintan, Iptu Syafril, mengatakan speedboat nahas itu dikemudikan oleh tekong M. Azli (30) dan didampingi seorang pemandu wisata bernama Eric Cantona (29).
“Total ada 10 orang di dalam speedboat, terdiri dari delapan wisatawan asing, satu tekong, dan satu pemandu wisata,” ujar Syafril, Senin (1/6/2026).
Delapan wisatawan tersebut terdiri dari tujuh warga negara Singapura dan satu warga negara Malaysia. Di antara mereka terdapat seorang bayi perempuan berusia enam bulan yang turut berada di dalam rombongan wisata.
Menurut Syafril, sebelum keberangkatan dari kawasan Kelong Mangrove, seluruh penumpang telah dibekali jaket pelampung (life jacket). Speedboat fiber berukuran sekitar 5 meter x 1,5 meter tersebut menggunakan mesin Yamaha 40 PK.
Sekitar pukul 14.30 WIB, kawasan perairan diguyur hujan deras. Air hujan yang masuk ke dalam speedboat sempat dibuang oleh tekong menggunakan gayung untuk menjaga keseimbangan perahu.
Namun sekitar pukul 15.00 WIB, saat speedboat melakukan manuver menikung di alur perairan mangrove, kapal kehilangan kendali dan langsung terbalik.
“Tekong langsung mencabut kunci speedboat setelah kejadian,” kata Syafril.
Seluruh penumpang kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan mengapung dan mendekat ke area pohon bakau sambil menunggu pertolongan.
Sekitar pukul 15.30 WIB, sebuah speedboat lain yang sebelumnya juga mengangkut wisatawan melintas di lokasi dan memberikan bantuan evakuasi. Seluruh korban berhasil dibawa kembali ke Kelong Mangrove sekitar pukul 16.00 WIB.
“Sebagian korban langsung dibawa ke Poliklinik BRC Lagoi untuk pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.
Polisi yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari para korban serta pihak terkait.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut mengakibatkan sejumlah barang milik wisatawan rusak dan hilang. Di antaranya beberapa unit telepon genggam, termasuk iPhone 17 Pro, iPhone 16 Pro Max, iPhone 13, uang tunai dalam mata uang asing, serta barang berharga lainnya.
“Total kerugian ditaksir sekitar Rp93,7 juta,” kata Syafril.
Ia menambahkan, persoalan kerugian materi telah diselesaikan secara musyawarah antara wisatawan dan pihak pengelola wisata.
“Kedua belah pihak sudah sepakat. Pihak pengelola tur bersedia memberikan ganti rugi sebesar Rp45 juta,” pungkasnya. (*)
Editor : Putut Ariyo