Batampos - Pemerintah Kabupaten Bintan berupaya menekan angka pengangguran melalui berbagai program ketenagakerjaan, salah satunya melalui pelaksanaan Job Fair Bintan 2026 di Kantor Administrator KEK Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang.
Sekretaris Daerah Bintan, Ronny Kartika, mengungkapkan kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Bintan menunjukkan tren yang semakin positif dalam beberapa tahun terakhir.
Data pemerintah daerah mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Bintan turun dari sekitar 5,43 persen pada 2023 menjadi 4,53 persen pada 2024.
Baca Juga: 1.309 Lowongan dari 12 Perusahaan Diserbu Para Pencaker
Selain itu, jumlah penempatan tenaga kerja juga mengalami peningkatan signifikan. Pada 2024 tercatat sebanyak 1.507 tenaga kerja berhasil ditempatkan, sementara pada 2025 jumlahnya meningkat menjadi 3.673 orang.
“Lowongan kerja yang tersedia pada job fair tahun ini mencapai 1.309 posisi. Ini menjadi bukti bahwa investasi di Bintan terus berkembang dan membuka lapangan pekerjaan baru,” ujar Ronny.
Baca Juga: Warga Tanjungpinang Ramai-ramai Ganti KK Barcode Sebagai Syarat SPMB 2026
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah daerah juga menghadirkan Unit Layanan Disabilitas Ketenagakerjaan sebagai bentuk komitmen memberikan kesempatan kerja yang setara bagi seluruh masyarakat.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bintan, Ii Santo, mengatakan target utama pelaksanaan job fair adalah menurunkan angka pengangguran sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.
Ia berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Bintan dapat memprioritaskan masyarakat setempat sesuai kebutuhan industri yang ada.
“Kami berharap minimal 70 persen tenaga kerja yang terserap berasal dari anak-anak Bintan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Administrator KEK Galang Batang, Vita Budhi Sulistyo, menyambut baik penyelenggaraan job fair di kawasan industri tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana penting untuk mempertemukan kebutuhan dunia industri dengan tenaga kerja lokal yang kompeten dan siap bersaing.
“Kami akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri yang berkelanjutan sehingga investasi yang masuk dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak