batampos - Sebuah usaha binatu di Jalan Datuk Syahbandar, Kampung Kamboja, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, terbakar pada Sabtu (11/7/2026). Kebakaran diduga dipicu kebocoran tabung gas yang terhubung dengan setrika uap boiler.
Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, mengatakan api mulai muncul setelah istri pemilik usaha, Sis, mencium aroma gas. Namun, karena tidak menyadari adanya kebocoran, ia tetap menyalakan setrika uap.
"Istrinya sempat mencium bau gas, tetapi tidak menyadari bahayanya. Setrika uap tetap dinyalakan, lalu tiba-tiba api menyambar," kata Panyodi.
Tak lama kemudian terdengar ledakan kecil yang diikuti kobaran api. Api dengan cepat membesar dan merambat ke dinding papan bangunan serta tumpukan pakaian milik pelanggan yang berada di dalam tempat usaha.
Dalam kondisi panik, Sis langsung menyelamatkan diri dengan berlari keluar. Warga sekitar kemudian berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Menurut Panyodi, saat tim Damkar Tanjunguban tiba, api sebagian besar telah berhasil dipadamkan oleh warga. Petugas kemudian melakukan proses pendinginan untuk memastikan api tidak kembali menyala maupun merambat ke bangunan lain.
"Api sudah tidak sebesar saat awal. Ketika kami tiba, kami menyelesaikan proses pemadaman agar api tidak menyala kembali," ujarnya.
Damkar Soroti Minimnya APAR di Usaha Binatu
Panyodi mengungkapkan kejadian ini bukan yang pertama terjadi di wilayah Tanjunguban. Pada April tahun lalu, sebuah usaha binatu di Jalan Taman Sari, tepat di depan kantor lama Camat Bintan Utara, juga mengalami ledakan yang mengakibatkan seorang pekerja terluka.
Menurutnya, usaha binatu memiliki risiko kebakaran yang cukup tinggi karena menggunakan tabung gas, setrika uap boiler, serta menyimpan banyak material yang mudah terbakar.
Ia juga menyoroti belum tersedianya alat pemadam api ringan (APAR) di lokasi kebakaran.
"Usaha laundry termasuk usaha yang rawan kebakaran. Namun APAR tidak tersedia, padahal keberadaannya sangat penting sebagai langkah awal mengantisipasi kebakaran," tegasnya.
Damkar Akan Edukasi Pemilik Binatu
Menyusul dua insiden kebakaran yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, UPT Damkar Tanjunguban berencana melakukan sosialisasi kepada para pemilik usaha laundry di wilayah Bintan Utara.
Langkah tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya menyediakan APAR dan menerapkan standar keselamatan kerja guna meminimalkan risiko kebakaran.
"Kami akan mendatangi usaha-usaha binatu untuk mengimbau pemilik menyediakan APAR. Ini penting demi keselamatan usaha maupun masyarakat di sekitarnya," kata Panyodi.
Hingga berita ini ditulis, pihak berwenang masih melakukan pendataan untuk menghitung total kerugian akibat kebakaran tersebut. (*)
Editor : Putut Ariyo