Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Debit Waduk Turun, Penyaluran Air SPAM IKK Seri Kuala Lobam Kembali Dihentikan

Slamet Nofasusanto • Kamis, 16 Juli 2026 | 21:31 WIB
Kondisi debit air waduk SPAM IKK Seri Kuala Lobam di Kampung Lepan, Desa Kuala Sempang, Kecamatan Seri Kuala Lobam terus menurun. F.Kiriman Pardomuan untuk Batam Pos
Kondisi debit air waduk SPAM IKK Seri Kuala Lobam di Kampung Lepan, Desa Kuala Sempang, Kecamatan Seri Kuala Lobam terus menurun. F.Kiriman Pardomuan untuk Batam Pos

batampos – Pelayanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, kembali dihentikan sementara mulai Kamis (16/7). Penghentian dilakukan karena debit air di waduk terus menurun sehingga tidak lagi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Ketua SPAM IKK Seri Kuala Lobam, Pardomuan Lumban Raja, mengatakan layanan distribusi air sebelumnya sempat kembali normal selama sekitar satu setengah bulan. Namun, dalam beberapa hari terakhir, volume air baku di waduk mengalami penurunan drastis.

Akibatnya, pompa tidak lagi dapat menyedot air untuk didistribusikan kepada pelanggan.

"Kalau dipaksakan disedot dan disalurkan ke pelanggan, airnya akan keruh seperti sebelumnya," kata Pardomuan, Kamis (16/7).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat mesin pompa untuk pelanggan rumah tangga tidak dapat dioperasikan.

Meski demikian, pasokan air ke RSJKO Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban masih tetap dilakukan dengan perlakuan khusus.

"Kami melakukan proses pengendapan air terlebih dahulu sebelum disalurkan ke rumah sakit," ujarnya.

Sebagai solusi jangka menengah, pihak SPAM IKK mengusulkan pemanfaatan waduk lain yang berada di atas lahan milik PT Harap Panjang seluas sekitar tiga hektare di Kampung Lepan, Desa Kuala Sempang, Kecamatan Seri Kuala Lobam.

Menurut Pardomuan, perusahaan telah menyetujui penggunaan lahan tersebut sehingga pemerintah diharapkan segera mempercepat proses pinjam pakai agar sumber air baru dapat dimanfaatkan.

"Kami berharap pemerintah dapat mempercepat proses pinjam pakai lahan yang sudah disetujui perusahaan," katanya.

Sementara itu, warga Lobam, Yani, mengaku kualitas air yang diterima selama ini juga masih jauh dari harapan.

"Airnya keruh, bahkan masih ada pasirnya," ujarnya.

Ia menilai persoalan air bersih di Kecamatan Seri Kuala Lobam sudah berulang kali terjadi dan belum mendapat solusi permanen.

Yani berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan memperoleh air bersih. (*)

Editor : Jamil Qasim
Debit Waduk Turun SPAM IKK Seri Kuala Loba