WNA Bermukim di Bintan Makin Banyak, Imigrasi Tanjunguban Catat Kenaikan 20,83 Persen di Semester I 2026

Slamet Nofasusanto • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 06:30 WIB
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjunguban, Adi Hari Pianto. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjunguban, Adi Hari Pianto. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos

Batampos - Warga Negara Asing (WNA) semakin banyak yang bermukim di Bintan. Hal ini diperkuat dengan laporan Kantor Imigrasi Kelas II Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Tanjung Uban yang mencatat peningkatan permohonan izin tinggal dan dokumen keimigrasian 20,83 persen  sepanjang semester I di 2026.

"Total ada 116 permohonan izin tinggal dan dokumen keimigrasian yang berhasil diproses selama semester 1 tahun ini. Jumlah ini meningkat 20,83 persen dibandingkan periode yoy tahun lalu yang hanya 96 pemohon," ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Uban, Adi Hari Pianto, baru-baru ini.

Dari jumlah itu, Izin Tinggal Kunjungan (ITK) sebanyak 26 permohonan, sedikit menurun dari 28 permohonan tahun lalu.

Sementara Izin Tinggal Terbatas (ITAS) melonjak sekitar 44,4 persen menjadi 78 permohonan dari sebelumnya 54 permohonan. 

Pihaknya juga melayani 1 permohonan Izin Tinggal Tetap (ITAP) yang pada tahun lalu nihil, 7 permohonan alih status keimigrasian yang turun dari 11 permohonan, 2 permohonan Anak Berkewarganegaraan Ganda yang sama dengan tahun lalu, serta 2 permohonan Multiple Re-Entry Permit (MREP) yang naik dari 1 permohonan pada tahun lalu.

Baca Juga: Korban Pengeroyokan Homestay di Pasir Putih Jadi Tersangka, Sang Ibu Tuntut Keadilan di Polsek Bengkong

Adi mengklaim lalu lintas di tiga TPI juga meningkat. Seperti di TPI Bandar Bentan Telani Lagoi, kedatangan kru WNI tercatat 8.333 orang, naik dari tahun sebelumnya 7.129 orang. 

Kedatangan penumpang WNI 4.248 orang, naik dari tahun sebelumnya 3.587 orang.

Sementara kedatangan kru WNA melonjak hampir dua kali lipat menjadi 1.537 orang dari 794 orang. 

Penumpang WNA juga naik menjadi 143.530 orang dari sebelumnya 128.506 orang.

Baca Juga: BPBD Natuna Masih Kekurangan Peralatan Penanggulangan Bencana

Adi mengatakan, tren serupa juga terjadi di sektor keberangkatan. 

Keberangkatan kru WNI tercatat sebanyak 8.338 orang, naik dari tahun sebelumnya 7.132 orang dan keberangkatan penumpang WNI mencapai 4.315 orang, naik dari tahun sebelumnya 3.897 orang.

Keberangkatan kru WNA tercatat 1.528 orang, naik dari tahun sebelumnya 802 orang dan keberangkatan penumpang WNA yang menyentuh angka 146.370 orang, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang 130.498 orang.

Sementara itu, perlintasan di TPI Bandar Seri Udana Lobam hanya didominasi pergerakan awak alat angkut atau kru tanpa adanya lalu lintas penumpang. 

Kedatangan kru WNI tercatat 1.164 orang, naik dari tahun sebelumnya yang hanya 1.023 orang dan keberangkatan kru WNI tercatat 1.207 orang, naik dari sebelumnya 1.044 orang. 

Sementara kedatangan kru WNA turun menjadi 89 orang dari tahun sebelumnya 214 orang. 

Keberangkatan kru WNA turun menjadi 119 orang dari tahun sebelumnya 174 orang.

Baca Juga: Tiga Pipa Distribusi Air Bersih Bocor, Pasokan ke Sejumlah Wilayah Karimun Terganggu

Sama halnya dengan TPI Lobam, TPI Tanjung Uban juga tidak melayani perlintasan penumpang sama sekali. 

Kedatangan kru WNI turun drastis menjadi 262 orang dari tahun sebelumnya 588 orang. 

Keberangkatan kru WNI tercatat 345 orang, turun dari tahun sebelumnya 469 orang.

Kedatangan kru WNA sedikit menurun menjadi 617 orang dari tahun sebelumnya 642 orang. 

Namun, keberangkatan kru WNA naik menjadi 562 orang dari tahun sebelumnya 496 orang. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
wna di bintan Kantor Imigrasi Tanjunguban wna izin tinggal wna