Viral Disebut Makan Biji Cempedak Setiap Hari, Pasutri Lansia di Bintan Bantah: Tetap Makan Nasi

Slamet Nofasusanto • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 16:01 WIB
Plt Camat Bintan Timur, Indra Gunawan menemui Paulus dan Muttamima di rumahnya, Kampung Sei Enam Darat, Bintan Timur setelah video hanya makan biji cempedak viral di media sosial. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos
Plt Camat Bintan Timur, Indra Gunawan menemui Paulus dan Muttamima di rumahnya, Kampung Sei Enam Darat, Bintan Timur setelah video hanya makan biji cempedak viral di media sosial. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos

batampos – Video viral di media sosial yang menyebut pasangan suami istri (pasutri) lansia di Kampung Sei Enam Darat, Kelurahan Sei Enam, Kecamatan Bintan Timur, hanya makan biji cempedak setiap hari karena tidak memiliki makanan lain, akhirnya diklarifikasi.

Pasutri tersebut, Paulus (60) dan Muttamima (70), membantah narasi yang beredar. Mereka menegaskan masih mengonsumsi nasi sebagai makanan sehari-hari, sementara biji cempedak hanya sesekali disantap.

Dalam video yang beredar, seorang pria menyebut stok biji cempedak sengaja direndam agar awet dan dapat direbus kembali sebagai makanan sehari-hari.

Baca Juga: Dolar AS Tembus Rp17.922, Industri Batam Hadapi Peluang dan Tantangan

"Jadi memang stok biji cempedak ini yang dipakai makan sehari-hari, karena yang ada hanya itu yang bisa dikonsumsi," ujar pria dalam video tersebut.

Video itu juga menyebut pasangan lansia tersebut belum memiliki identitas kependudukan sehingga tidak menerima bantuan sosial seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) maupun Program Keluarga Harapan (PKH).

Namun, Paulus membantah informasi tersebut.

"Saya makan nasi, sesekali saja makan biji cempedak," katanya.

Baca Juga: Volume Sampah Batam Naik 35 Persen, DLH Tambah Armada dan Ubah Pola Pengangkutan

Hal senada disampaikan istrinya, Muttamima, yang saat ini sedang sakit. Ia mengaku masih mendapatkan bantuan beras dari tetangga dan warga sekitar, serta sesekali membeli beras sesuai kemampuan.

Anak mereka, Kuhapa alias Siku, juga menepis narasi yang berkembang di media sosial.

"Bukan setiap hari makan biji cempedak, tapi malam itu ibu memang ingin makan biji cempedak," ujarnya.

Sudah Terima Bantuan Beras

Lurah Sei Enam, Alamsyah, mengatakan pemerintah sebenarnya telah menyalurkan bantuan melalui program Secanting Beras kepada keluarga tersebut. Selain itu, kader posyandu juga rutin memantau kondisi kesehatan pasangan lansia tersebut, sementara warga beberapa kali bergotong royong membantu membersihkan lingkungan rumah mereka.

"Kalau mengenai video itu, berdasarkan informasi anaknya memang ibunya ingin makan biji cempedak. Jadi bapaknya merebuskan biji cempedak karena hari itu ibunya ingin makan makanan tersebut," jelas Alamsyah.

Kecamatan Lakukan Klarifikasi

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Bintan Timur, Indra Gunawan, mengatakan pihak kecamatan telah mengklarifikasi persoalan tersebut dengan menghadirkan Ketua RT dan RW, lurah, warga setempat, serta pembuat konten yang mengunggah video viral itu.

"Kami sudah klarifikasi langsung ke Pak Paulus. Mereka tidak hanya makan biji cempedak, tetapi juga makan nasi," katanya.

Indra juga mengimbau masyarakat agar tidak lagi menyebarluaskan informasi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Sementara terkait administrasi kependudukan, ia memastikan pemerintah sedang mengurus dokumen kependudukan pasangan tersebut agar ke depan dapat mengakses berbagai program bantuan sosial dari pemerintah.

"Administrasi kependudukan mereka sedang kami proses agar nantinya bisa memperoleh bantuan sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya. (*)

Editor : Jamil Qasim
Makan Biji Cempedak video viral