Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Viral Pengakuan Wanita Diduga Asal Tanjungpinang Disekap di Myanmar

M
Penulis: Mohamad Ismail❯
Tangkapan layar video viral yang memperlihatkan seorang perempuan mengaku disekap di Myawaddy, Myanmar. BP3MI Kepulauan Riau masih memverifikasi identitas perempuan yang mengaku berasal dari Tanjungpinang. (Istimewa)
Tangkapan layar video viral yang memperlihatkan seorang perempuan mengaku disekap di Myawaddy, Myanmar. BP3MI Kepulauan Riau masih memverifikasi identitas perempuan yang mengaku berasal dari Tanjungpinang. (Istimewa)

Advertisement

batampos – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau bergerak menelusuri video viral yang menampilkan seorang perempuan mengaku disekap di Kota Myawaddy, Myanmar. Perempuan tersebut mengaku berasal dari Tanjungpinang, namun identitas dan kebenaran informasi dalam video itu masih dalam proses verifikasi.

Kepala BP3MI Kepri, Kombes Pol Imam Riyadi, mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai dugaan penyanderaan tersebut. Langkah awal yang dilakukan adalah menelusuri keberadaan keluarga korban di Tanjungpinang sekaligus berkoordinasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia di Myanmar.

"Saat ini kami masih menelusuri keberadaan keluarga korban yang informasinya berada di Tanjungpinang. Kami juga akan berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di Myanmar," ujar Imam, Minggu (19/7).

Informasi yang diterima BP3MI menyebutkan korban diduga diminta membayar tebusan sebesar Rp220 juta. Namun, hingga kini informasi tersebut masih didalami dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

Video yang beredar luas di media sosial berdurasi sekitar 45 detik memperlihatkan seorang perempuan bernama Susi bersama seorang perempuan lain bernama Ayu yang disebut berasal dari Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Advertisement

Dalam rekaman itu, keduanya tampak diborgol menggunakan cable ties. Perempuan yang mengaku bernama Susi juga memperlihatkan luka pada bagian kaki sambil meminta bantuan pemerintah Indonesia agar dipulangkan.

Selain BP3MI, Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BP2D) Kepulauan Riau juga ikut menindaklanjuti informasi tersebut.

Kepala BP2D Kepri, Doli Boniara, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta BP3MI Kepri untuk memastikan identitas perempuan yang muncul dalam video viral tersebut.

Advertisement

Artikel Terkait

Honda Beat Street Dicuri di Tanjunguban, Pelaku Ditangkap di Batu 9

Honda Beat Street Dicuri di Tanjunguban, Pelaku Ditangkap di Batu 9

Polsek Bintan Utara menangkap pria berinisial DSP, 27, yang diduga mencuri Honda Beat Street di Tanjunguban

Anggaran Buku Perpustakaan Kepri Dipangkas, Tersisa Rp40 Juta

Anggaran Buku Perpustakaan Kepri Dipangkas, Tersisa Rp40 Juta

Anggaran pengadaan buku Perpustakaan Kepri tersisa Rp40 juta setelah efisiensi. DPK membeli 555 buku baru dari 111 judul.

Efek Listrik Padam, Layanan Telkomsel 95 Persen Sudah Pulih

Efek Listrik Padam, Layanan Telkomsel 95 Persen Sudah Pulih

Sekitar 95 persen jaringan Telkomsel terdampak gangguan listrik di Batam, Bintan, dan Tanjungpinang telah kembali beroperasi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer