Viral Pengakuan Wanita Diduga Asal Tanjungpinang Disekap di Myanmar

batampos – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau bergerak menelusuri video viral yang menampilkan seorang perempuan mengaku disekap di Kota Myawaddy, Myanmar. Perempuan tersebut mengaku berasal dari Tanjungpinang, namun identitas dan kebenaran informasi dalam video itu masih dalam proses verifikasi.
Kepala BP3MI Kepri, Kombes Pol Imam Riyadi, mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai dugaan penyanderaan tersebut. Langkah awal yang dilakukan adalah menelusuri keberadaan keluarga korban di Tanjungpinang sekaligus berkoordinasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia di Myanmar.
"Saat ini kami masih menelusuri keberadaan keluarga korban yang informasinya berada di Tanjungpinang. Kami juga akan berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di Myanmar," ujar Imam, Minggu (19/7).
Baca Juga: Petugas Balai Benih Ikan Bintan Meninggal, Sempat Minta Tolong Rekan Kerja
Informasi yang diterima BP3MI menyebutkan korban diduga diminta membayar tebusan sebesar Rp220 juta. Namun, hingga kini informasi tersebut masih didalami dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Video yang beredar luas di media sosial berdurasi sekitar 45 detik memperlihatkan seorang perempuan bernama Susi bersama seorang perempuan lain bernama Ayu yang disebut berasal dari Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Dalam rekaman itu, keduanya tampak diborgol menggunakan cable ties. Perempuan yang mengaku bernama Susi juga memperlihatkan luka pada bagian kaki sambil meminta bantuan pemerintah Indonesia agar dipulangkan.
Selain BP3MI, Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BP2D) Kepulauan Riau juga ikut menindaklanjuti informasi tersebut.
Kepala BP2D Kepri, Doli Boniara, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta BP3MI Kepri untuk memastikan identitas perempuan yang muncul dalam video viral tersebut.



