
batampos - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) hanya mengalokasikan Rp40 juta untuk menambah koleksi buku di Perpustakaan Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi, Tanjungpinang, tahun ini. Anggaran tersebut menyusut dari rencana awal Rp150 juta setelah dua kali terkena kebijakan efisiensi.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kepri Moh. Bisri mengatakan, anggaran yang tersisa digunakan untuk membeli 555 eksemplar buku baru dengan 111 judul berbeda. Setiap judul terdiri atas lima eksemplar.
"Alokasi awal itu sebenarnya Rp150 juta, tapi setelah terkena efisiensi anggaran dua kali, tersisa Rp40 juta," kata Bisri di Tanjungpinang, Rabu.
Koleksi Buku Perpustakaan Kepri Baru Terpenuhi Separuh
Bisri menjelaskan, pengadaan buku disesuaikan dengan kebutuhan pengunjung Perpustakaan Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi di Jalan Basuki Rahmat, Kota Tanjungpinang.
Koleksi baru tersebut mencakup beragam kategori, mulai dari sejarah, politik, ekonomi, sosial, kebijakan publik, agama, hingga buku yang membahas kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Meski ada penambahan koleksi, kebutuhan buku di perpustakaan daerah tersebut masih jauh dari ideal. Bisri menyebut perpustakaan membutuhkan sekitar 50 ribu judul buku, sedangkan koleksi yang tersedia saat ini baru mencapai sekitar 25 ribu judul.
"Kebutuhan ideal di perpustakaan kita itu mencapai 50 ribu judul buku, namun sampai saat ini baru terpenuhi sekitar 25 ribu judul buku," ungkapnya.
Pemenuhan koleksi akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah. DPK Kepri juga berharap memperoleh bantuan buku dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI.
DPK Kepri Jajaki Langganan E-Book Internasional
Selain menambah koleksi buku fisik, DPK Kepri berupaya menjajaki program langganan buku elektronik (e-book) dan jurnal elektronik (e-journal) internasional.
Layanan tersebut dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pengunjung, terutama mahasiswa yang memerlukan referensi ilmiah untuk penelitian skripsi, tesis, hingga disertasi.



