Dapur MBG SPPG Tanjunguban Selatan 3 Tutup 1,5 Bulan, 2.900 Siswa Terdampak

Slamet Nofasusanto • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 11:11 WIB

Suasana dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Tanjunguban Selatan 3, Bintan Utara, tampak sepi setelah tidak beroperasi selama sekitar 1,5 bulan. Penutupan sementara berdampak pada ribuan penerima manfaat dan puluhan pekerja. Foto: Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
Suasana dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Tanjunguban Selatan 3, Bintan Utara, tampak sepi setelah tidak beroperasi selama sekitar 1,5 bulan. Penutupan sementara berdampak pada ribuan penerima manfaat dan puluhan pekerja. Foto: Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjunguban Selatan 3 di Jalan Raya Busung, Kelurahan Tanjunguban Selatan, Kecamatan Bintan Utara, telah berhenti beroperasi selama sekitar 1,5 bulan. Kondisi tersebut mengakibatkan 2.900 penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum kembali menerima layanan, sementara 48 pekerja dapur kehilangan sumber penghasilan.

Salah seorang pekerja yang terdampak, Nikmatul Solikah (49), mengaku kini kesulitan memenuhi kebutuhan hidup setelah dapur MBG tempatnya bekerja berhenti beroperasi.

Selama delapan bulan terakhir, Nikmatul bekerja sebagai koordinator bagian memasak di dapur MBG yang berlokasi di Pujasera Melayu Bedendang. Ia bersama suaminya, Eliltiawan, menggantungkan seluruh penghasilan keluarga dari program tersebut.

"Ya Allah, saya terus terang bukan mengeluh, tetapi memang tidak ada pemasukan. Suami saya juga bekerja di dapur bagian cuci ompreng. Penghasilan kami semua dari sini," ujarnya dengan suara bergetar, Rabu (29/7).

Saat dapur MBG masih beroperasi, Nikmatul memperoleh upah sekitar Rp150 ribu per hari, sedangkan suaminya menerima sekitar Rp100 ribu per hari.

Kini, ia mengaku kesulitan membayar cicilan bank dan memenuhi kebutuhan keluarga. Bahkan, rencana menyekolahkan anak pertamanya ke perguruan tinggi terpaksa ditunda karena tidak memiliki penghasilan.

Baca Juga:  Capella Honda Kepri Ingatkan Bahaya Membonceng Anak di Depan Motor

"Kalau cicilan tidak dibayar, rumah saya bisa disita. Setiap malam saya berdoa dan menangis, berharap dapur ini segera dibuka lagi karena saya tidak tahu harus mencari penghasilan ke mana," katanya.

Untuk sementara, Nikmatul hanya membantu bekerja di sebuah kantin milik warga dalam beberapa hari terakhir demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala SPPG Tanjunguban Selatan 3, Muhammad Arief, mengatakan hingga kini belum ada kepastian kapan operasional dapur MBG kembali berjalan setelah masa libur sekolah berakhir.

Menurutnya, kendala terjadi akibat proses pergantian Person in Charge (PIC) di Badan Gizi Nasional (BGN) yang berdampak pada akses Virtual Account (VA) untuk operasional dapur.

"Ada kendala saat penginputan email sehingga Virtual Account harus diurus ulang. Kami sudah mengajukan sejak bulan lalu, tetapi diminta menunggu karena BGN sedang melakukan pembenahan di tingkat pusat," jelas Arief.

Ia menegaskan, persoalan tersebut bukan berasal dari pengelola dapur di daerah, melainkan berkaitan dengan administrasi sistem yang belum selesai diproses.

Akibat belum beroperasinya dapur MBG, sebanyak 2.900 penerima manfaat yang terdiri atas siswa dari 30 sekolah dan tiga posyandu di Kecamatan Bintan Utara dan Seri Kuala Lobam belum menerima layanan makanan bergizi.

Baca Juga: DED Taman Budaya Ditarget Rampung November, Pembangunan Fisik Dilelang pada 2027

Selain itu, sekitar 48 pekerja dapur terpaksa dirumahkan tanpa kepastian kapan dapat kembali bekerja.

"Yang paling terdampak adalah para relawan dan pekerja dapur karena sebagian besar berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. Ada suami istri yang seluruh penghasilannya bergantung pada dapur MBG. Banyak yang mengeluh, bahkan ada yang menangis kepada kami," ujarnya.

Arief berharap Badan Gizi Nasional segera menyelesaikan proses administrasi pengiriman Virtual Account sehingga operasional dapur MBG dapat kembali berjalan dan ribuan siswa serta para pekerja kembali memperoleh manfaat dari program tersebut. (*)

Editor : Putut Ariyo
Badan Gizi Nasional SPPG Tanjunguban Selatan 3 Bintan Utara Makan Bergizi Gratis MBG Bintan