Api Karhutla Diduga Merembet, Rumah Warga di Eks Lahan Antam Bintan Ludes Terbakar

Slamet Nofasusanto • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 05:59 WIB
Rumah semi permanen di eks lahan Antam Sei Enam Bintan Timur ludes terbakar Timur pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 18.40 WIB. Damkar menduga api berasal dari kebakaran lahan yang merembet. Foto: Kiriman Nurwendi untuk Batam Pos
Rumah semi permanen di eks lahan Antam Sei Enam Bintan Timur ludes terbakar Timur pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 18.40 WIB. Damkar menduga api berasal dari kebakaran lahan yang merembet. Foto: Kiriman Nurwendi untuk Batam Pos

batampos – Kebakaran lahan di wilayah Sei Enam dan Sei Lekop, Bintan Timur, diduga merembet hingga membakar sebuah rumah warga di kawasan eks lahan PT Antam, Sabtu (29/8) petang. Rumah semi permanen berbahan triplek itu ludes dalam waktu sekitar 30 menit.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Sei Enam Darat sekitar pukul 18.40 WIB. Angin kencang membuat api cepat membesar dan menghanguskan bangunan tempat tinggal milik Wira, 31, seorang nelayan asal Desa Mantang Besar, Kecamatan Mantang.

Kepala UPT Damkar Bintan Timur, Nurwendi, mengatakan pada hari yang sama pihaknya mencatat dua titik kebakaran lahan, masing-masing di Sei Enam dan Sei Lekop.

“Kami mencatat ada dua titik kebakaran lahan pada hari ini, di Sei Enam dan Sei Lekop. Diduga apinya merembet ke pemukiman warga,” ujar Nurwendi.

Namun, keterangan tersebut berbeda dengan informasi dari pihak Kelurahan Sei Enam. Lurah Sei Enam, Alam Syah, mengatakan api pertama kali terlihat dari bagian atas dapur rumah.

Menurut Alam, anak pemilik rumah yang pertama kali melihat kobaran api tersebut. Bagian atap dapur diketahui menggunakan terpal sehingga api cepat membesar.

“Api berasal dari atas dapur. Atap dapurnya dari terpal,” kata Alam.

Ia juga memastikan informasi yang diterimanya menunjukkan api bukan berasal dari kebakaran lahan.

“Bukan dari kebakaran lahan. Api memang berasal dari atap dapur,” ujarnya.

Penghuni Mengungsi

Api dengan cepat menghanguskan rumah yang sebagian besar berbahan triplek. Tidak sampai satu jam, bangunan tersebut sudah ludes terbakar.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian itu. Wira bersama keluarganya kemudian mengungsi ke rumah saudaranya yang berada tidak jauh dari lokasi.

Di tengah kejadian tersebut, Nurwendi menyoroti penanganan kebakaran lahan di wilayah Bintan Timur. Ia mempertanyakan keterlibatan unsur lain dalam upaya penanganan karhutla.

“Yang saya kesal, kemarin baru saja apel kesiapsiagaan karhutla. Tapi pas kejadian hari ini, satu batang hidung pun tidak nampak,” katanya.

Nurwendi mengaku telah menyampaikan kejadian tersebut kepada sejumlah pejabat terkait, mulai dari Bupati Bintan, Kapolres hingga Dandim melalui grup komunikasi.

“Kejadian ini juga sudah saya sampaikan ke Bupati, Kapolres hingga Dandim melalui grup. Responsnya hanya melihat saja,” ujarnya.

Ia menegaskan penanganan karhutla tidak semestinya hanya dibebankan kepada petugas pemadam kebakaran. Menurutnya, satuan tugas karhutla di tingkat desa dan kelurahan serta relawan harus ikut bergerak ketika muncul titik api.

“Jangan semua dibebankan ke Damkar. Fungsi satgas karhutla di desa atau kelurahan serta relawan harus diaktifkan,” tegasnya.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran rumah tersebut masih belum dapat dipastikan. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah api berasal dari bagian rumah atau berkaitan dengan kebakaran lahan di sekitar lokasi. (*)

Editor : M Tahang
Rumah semi permanen terbakar Eks Lahan Antam Damkar Bintan Timur karhutla kebakaran rumah