Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkab Bintan Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla dan Kekeringan

S
Penulis: Slamet Nofasusanto❯
Salah satu pelamar calon kepala desa saat mengambil formulir pendaftaran calon kepala desa di Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Selasa (1/9/2026) siang. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
Bupati Bintan, Roby Kurniawan memimpin rapat koordinasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Karhutla dan kekeringan di Ruang Rapat 2 Kantor Bupati Bintan, Senin (31/8/2026). F.Kiriman Zoko untuk Batam Pos..

Advertisement

batampos – Pemerintah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, memperkuat langkah pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Bintan Roby Kurniawan saat memimpin rapat koordinasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Karhutla dan Kekeringan di Ruang Rapat 2 Kantor Bupati Bintan, Senin (31/8/2026).

Roby menegaskan, upaya menghadapi karhutla dan kekeringan harus lebih mengutamakan langkah pencegahan. Menurutnya, kesiapsiagaan tidak boleh dilakukan setelah bencana terjadi.

Advertisement

"Yang penting adalah bagaimana kita melakukan pencegahan dan memastikan kesiapsiagaan. Jangan sampai ketika kejadian sudah terjadi, kita baru bergerak. Semua pihak harus memahami perannya masing-masing," tegas Roby.

Selain ancaman karhutla, potensi kekeringan juga menjadi perhatian dalam rapat tersebut. Roby meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera memetakan wilayah yang berisiko mengalami kekeringan.

Pemetaan tersebut diperlukan agar pemerintah dapat menyiapkan langkah antisipasi, terutama untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi apabila kondisi kekeringan terjadi.

Advertisement

Roby juga meminta pengawasan di sejumlah titik rawan karhutla dan kekeringan diperketat. Menurutnya, sistem komunikasi dan pelaporan harus diperkuat agar setiap informasi mengenai potensi bencana dapat segera ditindaklanjuti.

"Sistem komunikasi dan pelaporan diperkuat agar informasi cepat sampai serta pastikan personel dan sarana prasarana dalam kondisi siaga," ujarnya.

Libatkan Pemerintah hingga Masyarakat

Roby menilai penanganan karhutla dan kekeringan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah secara sendiri. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari aparat, masyarakat hingga dunia usaha.

"Kolaborasi menjadi kunci. Kita ingin seluruh potensi yang ada bisa bergerak bersama, sehingga apabila ada indikasi kebakaran atau kekeringan, responsnya dapat dilakukan dengan secepat mungkin," katanya.

Advertisement

Artikel Terkait

Karhutla di Bintan Naik Drastis, BPBD Catat 349 Kejadian hingga April 2026

Karhutla di Bintan Naik Drastis, BPBD Catat 349 Kejadian hingga April 2026

BPBD Bintan mencatat 349 kejadian karhutla sepanjang Januari-April 2026, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Limbah Makanan di Pesisir Bintan Bisa Picu Kemunculan Buaya

Limbah Makanan di Pesisir Bintan Bisa Picu Kemunculan Buaya

LKP Pekanbaru Satpel Tanjungpinang mengimbau warga Bintan tidak membuang limbah makanan di pesisir karena dapat memicu kemunculan buaya.

Warga Teluk Bintan Dibekali Cara Aman Hadapi Buaya Muara

Warga Teluk Bintan Dibekali Cara Aman Hadapi Buaya Muara

AJI Tanjungpinang bersama BPBD Bintan mengedukasi masyarakat pesisir Teluk Bintan terkait mitigasi buaya muara dan literasi digital untuk cegah hoaks.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer