batampos – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), dan Pemkab Klaten, Jawa Tengah, memperkuat kemitraan dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bupati Bintan Roby Kurniawan dan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Kantor Bupati Bintan, Selasa.
Roby mengatakan, kerja sama antardaerah tersebut diharapkan membuka peluang baru bagi pelaku UMKM Bintan dan Klaten, terutama dalam pengembangan produk, promosi, pemasaran, serta perluasan jejaring usaha.
"UMKM merupakan salah satu kekuatan penting dalam perekonomian daerah, sekaligus berperan dalam membuka lapangan pekerjaan dan mendorong kemandirian masyarakat," ujar Roby seusai penandatanganan PKS.
Menurutnya, Pemkab Bintan terus mendorong pelaku UMKM agar tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga naik kelas, berkembang, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing, baik di tingkat nasional maupun global.
Roby menyebut pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari akses pembiayaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), kualitas dan kemasan produk, pemasaran, digitalisasi, hingga akses terhadap pasar yang lebih luas.
Untuk menjawab persoalan pembiayaan, Pemkab Bintan bersama Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bintan telah menjalankan program subsidi bunga bagi pelaku usaha mikro sejak 2022.
Hingga 2026, program tersebut telah mendapatkan dukungan anggaran dari APBD sebesar Rp6,05 miliar dan membantu lebih dari 1.000 pelaku usaha mikro dalam mengembangkan usahanya.
"Program ini juga akan dilanjutkan pada 2027," kata Roby.
Selain dukungan pembiayaan, Pemkab Bintan juga memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku UMKM. Upaya tersebut dilakukan agar pelaku usaha tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga dapat mengelola bisnis secara profesional dan memasarkan produknya ke pasar yang lebih luas.
Roby menegaskan, kerja sama dengan Pemkab Klaten bukan sekadar penandatanganan dokumen administratif. Menurutnya, kemitraan tersebut merupakan langkah konkret untuk memperluas jaringan dan membuka peluang baru bagi pelaku UMKM kedua daerah.
Ia berharap semakin banyak produk UMKM Bintan yang dapat dipasarkan di Klaten. Sebaliknya, produk unggulan UMKM Klaten juga diharapkan dapat masuk dan dikenal oleh masyarakat Bintan.
"Kita dapat saling belajar dan membuka ruang untuk pertukaran informasi, peningkatan kapasitas, pengembangan produk, promosi, pemasaran, serta perluasan jejaring kemitraan UMKM," ujar Roby.
Klaten Siap Tindak Lanjuti Kerja Sama
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai kemitraan antardaerah menjadi momentum untuk memperkuat UMKM, memperluas jejaring pemasaran, sekaligus meningkatkan daya saing produk unggulan dari kedua daerah.
Menurut Hamenang, kerja sama Bintan dan Klaten tidak hanya mempererat hubungan antarpemerintah daerah, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.
Ia berharap UMKM di kedua daerah semakin kuat, mandiri, inovatif, dan mampu menembus pasar yang lebih luas.
"Penandatanganan PKS ini akan segera ditindaklanjuti dalam bentuk program dan kegiatan konkret, sehingga manfaat kerja sama dapat dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM di Bintan maupun Klaten," kata Hamenang. (*)
Editor : Jamil Qasim