batampos - Kelompok Tani Milenial Kreatif di Kampung Sungai Jeram, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, menerima kunjungan sejumlah mahasiswa dari Singapore Management University (SMU), Sabtu (19/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para mahasiswa untuk belajar sekaligus melihat secara langsung praktik pertanian yang dijalankan petani di Bintan.
Sekretaris Kelompok Tani Milenial Kreatif, Suroso, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, kedatangan mahasiswa dari luar negeri menunjukkan bahwa potensi pertanian lokal Bintan mulai mendapat perhatian dari kalangan akademisi internasional.
"Kedatangan mereka ingin belajar soal pertanian yang ada di Bintan dan melihat potensi usaha yang ada," kata Suroso, Senin (21/9/2026).
Mahasiswa Tertarik Komoditas Sorgum
Suroso menjelaskan, ketertarikan awal para mahasiswa tertuju pada komoditas sorgum. Tanaman tersebut sebelumnya menjadi salah satu komoditas unggulan kelompok karena dinilai sebagai tanaman pangan alternatif yang memiliki nilai ekonomi.
Namun, pada musim tanam kali ini, sorgum belum dapat kembali dibudidayakan. Suroso mengatakan terdapat sejumlah kendala teknis dan pertimbangan musim yang membuat kelompok tani menunda penanaman sorgum.
Selain sorgum, para mahasiswa juga menggali informasi mengenai komoditas lain yang berpotensi menggerakkan perekonomian petani.
"Mereka juga bertanya komoditas apa yang bisa membangkitkan ekonomi petani. Saya menawarkannya ubi sebagai salah satu tanaman yang dapat menggerakkan ekonomi petani," ujar Suroso.
Ubi Dinilai Punya Potensi Ekonomi
Menurut Suroso, ubi menjadi salah satu komoditas yang potensial dikembangkan saat ini. Tanaman tersebut relatif mudah dibudidayakan, tidak membutuhkan perawatan rumit, memiliki masa panen yang relatif singkat, serta pasarnya sudah tersedia di masyarakat.
"Hasil panen ubi bisa langsung dijual ke masyarakat. Selain itu, petani bisa menanamnya dalam jumlah partai besar," jelasnya.
Peluang usaha, menurut Suroso, tidak hanya berasal dari penjualan ubi dalam bentuk segar. Jika dikelola secara serius dan berkelanjutan, ubi juga dapat diolah menjadi produk dengan nilai tambah, salah satunya tepung.
"Kalau mau dibuat pabriknya, bisa menghasilkan tepung. Itu peluang usahanya sangat besar," katanya.
Dorong Pertanian Bintan Lebih Modern
Kunjungan mahasiswa SMU tersebut turut dihadiri Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) serta Rofiq selaku penyuluh pertanian lapangan.
Suroso berharap pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk membuka peluang kolaborasi dan pengembangan pertanian Bintan.
Ia berharap pertanian di Bintan ke depan semakin modern, memiliki daya saing, serta mampu menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat dan petani.(*)
Editor : Cipi Ckandina