batampos - Sebanyak 14 desa di Kabupaten Bintan akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada 2026. Dari jumlah tersebut, 13 desa akan melaksanakan Pilkades secara serentak, sedangkan satu desa lainnya melalui mekanisme Pergantian Antarwaktu (PAW).
Bupati Bintan Roby Kurniawan mengingatkan agar pesta demokrasi di tingkat desa tersebut tidak menjadi sumber konflik atau perpecahan di tengah masyarakat.
"Pilkades adalah pesta demokrasi masyarakat desa, bukan menjadi sumber konflik di tengah masyarakat," tegas Roby.
Ia menegaskan, kepala desa yang terpilih nantinya harus mengayomi seluruh masyarakat, bukan hanya warga yang memberikan dukungan saat pemilihan.
"Siapa pun yang terpilih nantinya adalah kepala desa bagi seluruh masyarakat desa, bukan hanya bagi masyarakat yang memilihnya," ujarnya.
Panitia Diminta Netral
Roby juga menekankan pentingnya netralitas dalam pelaksanaan Pilkades. Panitia diminta bekerja secara profesional, transparan, dan tidak memihak kepada calon tertentu.
Aparatur pemerintah juga dilarang menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan calon tertentu. Selain itu, seluruh pihak diminta menghindari praktik politik uang, penyebaran berita bohong, provokasi, serta ujaran kebencian yang berpotensi memicu konflik.
Menurut Roby, keberhasilan Pilkades tidak hanya diukur dari terlaksananya pemungutan suara, tetapi juga dari lahirnya pemimpin desa yang memiliki legitimasi dan mampu melanjutkan pembangunan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Untuk menjaga kondusivitas, TNI-Polri bersama pemerintah daerah, kecamatan, dan desa diminta melakukan deteksi dini serta memetakan potensi kerawanan sejak tahapan awal.
Pengawasan tersebut mencakup seluruh tahapan, mulai dari pemutakhiran data pemilih, pencalonan, kampanye, masa tenang, pemungutan dan penghitungan suara, hingga penetapan hasil dan pelantikan.
Roby mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Pilkades 2026 sebagai momentum untuk memperkuat demokrasi di tingkat desa sekaligus menjaga persatuan.
"Jadikan Pilkades sebagai momentum memperkuat desa, menjaga persatuan dan memastikan Bintan tetap aman, damai serta kondusif," pungkasnya. (*)