Buntut Listrik Padam, DPRD Bintan Datangi PLN Batam 

Slamet Nofasusanto • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:01 WIB
DPRD Bintan mendatangi Kantor PLN Batam, Rabu (14/10/2026). F. Fiven untuk Batam Pos
DPRD Bintan mendatangi Kantor PLN Batam, Rabu (14/10/2026). F. Fiven untuk Batam Pos

batampos - DPRD Bintan mendatangi Kantor PLN Batam, Rabu (13/10/2026), buntut pemadaman listrik yang melanda Bintan sejak Senin (12/10/2026). 

Kehadiran mereka diterima Sekjen PLN Batam, Rudi.

Ketua DPRD Bintan, Fiven Sumanti mengatakan, pihak PLN Batam menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya pasokan listrik hingga membuat warga Bintan menderita selama 54 jam. 

"PLN Batam menjelaskan penyebab pemadaman karena faktor alam. Gardu induk PLN dimasuki hewan hingga memicu ledakan dan korsleting yang berujung blackout Batam, Bintan dan Tanjungpinang," ujar Fiven, mengutip penjelasan PLN Batam. 

Saat ini, Tim PLN Batam masih terus melakukan pemeriksaan untuk pemulihan sistem.

Ia mengatakan, pasokan listrik sudah dikirim secara bertahap. Pada Rabu (14/10/2026) pagi, wilayah Tanjunguban dan sekitarnya sudah kembali menyala.

"Pasokan listrik ke trafo dan gardu dilakukan bertahap, tidak bisa sekaligus karena dikhawatirkan terjadi ledakan," kata Fiven.

Ia menjelaskan, saat ini, baru sekitar 7,5 MW yang masuk ke Bintan dari kebutuhan normal sekitar 100 MW untuk Bintan dan Tanjungpinang. 

Seiring kembalinya pasokan listrik dari Batam, pembangkitan yang ada di Tanjunguban dan Kijang dihentikan operasinya dan mesinnya dialihkan ke wilayah lain. 

"Sejak pasokan listrik dari Batam, Tanjunguban dan Kijang tidak memproduksi listrik lagi. Artinya mesin produksi dialihkan ke wilayah lain, karena Bintan hanya menerima aliran listrik dari Batam," pungkasnya. (*)

Editor : Jamil Qasim
DPRD Bintan PLN Batam