Batampos - PT Panca Rasa Pratama, produsen Teh Prendjak, mengumumkan akan memindahkan fasilitas pabriknya dari Kota Tanjungpinang di Kepri ke Kendal, Jawa Tengah. Kebijakan ini sebagai bagian dari strategi ekspansi bisnis dan menekan biaya produksi.
Dengan relokasi ini, perusahaan berharap dapat memperluas jaringan distribusi, menekan biaya produksi, dan membuka peluang baru di pasar domestik yang lebih luas, tanpa meninggalkan sejarah produk teh yang selama ini dicintai konsumen di Tanjungpinang.
Meski pindah produksi, manajemen perusahaan memastikan produk kemasan Teh Prendjak, tetap beredar di pasar Tanjungpinang dan sekitarnya. Alasannya karena biaya kirim produk jadi dari Jawa masuk Kepri, masih lebih masuk akal daripada bahan baku dari Jawa masuk Kepri, kemudian dijual kembali produk jadi ke Jawa.
"Pastinya produk Teh Prendjak tetap beredar di Tanjungpinang dan Kepri," ungkap Regional Manager PT Panca Rasa Pratama Mustardi, Jumat (30/1/2026).
Mustardi menjelaskan, meskipun kondisi dan iklim ekonomi di Tanjungpinang belakangan ini yang menurun serta sulitnya menjalankan investasi, namun pihaknya sebagai perusahaan lokal, tetap harus bertahan.
Baca Juga: Meningkatnya Ancaman Kejahatan Digital Global, Indonesia - AS Perkuat Kerja Sama Keamanan Siber
"Perusahaan ini tetap bertahan karena pendirinya memang seorang putra daerah," ujarnya.
Namun, tambahnya, seiring perkembangan modernisasi, persaingan pasar untuk bisa berkembang dan bersaing di pasar nasional hingga memenuhi target ekspor, mutlak secara bisnis, pihaknya telah mengambil keputusan.
"Ini sudah fix ekspansi investasi pabrik ke Kendal tepatnya di desa Gondang, Cepiring. Kalau semua berjalan lancar sesuai target, kuartal empat tahun 2026, produksi teh sudah mulai di Kendal," ungkapnya.
Keputusan relokasi ini juga dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan daya saing di pasar nasional yang semakin ketat. Sebab selama ini, biaya logistik dan pengadaan bahan baku di luar Jawa menjadi kendala utama bagi pertumbuhan usaha.
Relokasi pabrik juga bertujuan untuk mendekatkan pabrik ke sumber bahan baku di Jawa dan pasar besar di wilayah Jawa, Kalimantan dan wilayah Indonesia Timur.
Dengan relokasi pabrik Teh Prendjak ke Kendal, Jawa Tengah, diharapkan akses bahan baku seperti daun teh dan kemasan, bisa menjadi lebih efisien dan lebih kompetitif.
"Jika ada (karyawan perusahaan) yang bersedia ikut pindah dipersilahkan, asal menerima kondisi dan keadaan di sana (Kendal)," sebut Mustardi.
Baca Juga: HPN Anambas 2026 Adakan Jalan Santai dan Doorprize Rp50 Juta, Warga Berpeluang Dapat Skuter Listrik
Kini, lanjut Mustardi, pihaknya telah bekerja sama dengan salah satu kebun teh di Kabupaten Batang yang berbatasan dengan Kabupaten Kendal. Kerja sama itu juga untuk merealisasikan rencana pengembangan Agro wisata Teh Prendjak di Jawa Tengah.
Selain itu, dua pemerintah daerah itu juga mengapresiasi perusahaan dengan dengan mempermudah proses perizinan dan membantu promosi melalui Pekan Raya Kendal hingga dijadikan produk unggulan wajib bagi seluruh instansi.
"Alhamdulillah Pemkab Kendal dan Pemkab Batang sangat mendukung niatan kami," ujar Mustardi.
Di sisi lain, sebagai perusahaan yang telah mengabdi selama 40 tahun di Tanjungpinang, Mustardi berharap pemerintah daerah tetap selalu memperhatikan dan mendukung aktifitas perekonomian daerah.
Paling penting, mendukung kegiatan-kegiatan UMKM dan pengusaha lokal untuk terus maju dan berkembang. Terus menegakkan peraturan daerah dan kebijakan yang berpihak ke masyarakat, agar roda perekonomian Tanjungpinang berputar cepat.
"Kami berusaha di Tanjungpinang sudah lebih 40 tahun sejak generasi pertama pak Chua atau pak Panjang. Dahulu, kami juga cukup membantu dan mendukung pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Riau hingga menjadi Provinsi Kepri," tutup Mustardi. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak