Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Pabrik Kemasan Investasi Rp1,12 Triliun Masuk KEK Kendal

Antara • Minggu, 3 Mei 2026 | 14:16 WIB
Groundbreaking pabrik PT Hoi Fu Paper Packaging di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (2/5/2026). F. ANTARA/HO-Dewan Nasional KEK
Groundbreaking pabrik PT Hoi Fu Paper Packaging di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (2/5/2026). F. ANTARA/HO-Dewan Nasional KEK

batampos – Arus investasi ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal terus mengalir deras. Terbaru, PT Hoi Fu Paper Packaging menancapkan investasi senilai Rp1,12 triliun untuk membangun pabrik kemasan di kawasan tersebut.

Tak sekadar menghadirkan fasilitas industri baru, proyek ini juga membawa harapan besar bagi penyerapan tenaga kerja. Sedikitnya 1.000 pekerja bakal direkrut secara bertahap, dengan dominasi hingga 95 persen berasal dari tenaga kerja lokal.

Realisasinya dibagi dalam tiga fase. Mulai dari 300 pekerja di tahap awal, meningkat menjadi 500 orang, hingga akhirnya mencapai 200 tenaga kerja tambahan pada fase akhir.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyebut dampak investasi ini tidak berhenti di sektor industri semata. Efek bergandanya dipastikan merembet ke sektor lain.

“Kehadiran industri ini juga berpotensi membuka peluang kerja tidak langsung, terutama di sektor logistik dan UMKM,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu.

Kinerja KEK Kendal sendiri terus menunjukkan tren positif. Hingga triwulan I 2026, total investasi yang masuk telah mencapai Rp101,93 triliun. Dari angka tersebut, serapan tenaga kerja sudah menyentuh 117.941 orang.

Dampaknya terasa langsung pada perekonomian daerah. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal tercatat melesat hingga 9 persen secara tahunan (yoy). Bahkan, kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai 24,33 persen.

Di tengah dinamika global yang kian kompleks, pemerintah pusat terus memberi perhatian khusus pada arus investasi. Presiden Prabowo Subianto, kata Susiwijono, menekankan pentingnya pengawalan investasi agar tetap produktif dan berdampak nyata.

“Pemerintah tidak hanya mendukung, tetapi juga aktif mengawasi agar investasi mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional,” tegasnya.

Dari sisi efisiensi, Kabupaten Kendal juga mencatat angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) sebesar 3,92. Angka ini menunjukkan investasi yang masuk mampu menghasilkan output ekonomi secara optimal.

Tak heran, realisasi investasi Kendal kini menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah.

Melihat tingginya minat investor, pemerintah pun menyiapkan langkah ekspansi. KEK Kendal direncanakan diperluas hingga 1.000 hektare. Langkah ini diambil lantaran tingkat pemanfaatan lahan saat ini hampir menyentuh 100 persen.

“Pemerintah juga terus mendorong pemberian insentif bagi pelaku usaha yang ingin berinvestasi di KEK,” tambah Susiwijono.

Dukungan lintas sektor menjadi kunci. Mulai dari pemerintah kabupaten, provinsi, hingga kementerian dan lembaga di pusat diharapkan solid mengawal pengembangan kawasan.

Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari optimistis kehadiran industri baru akan memperkuat posisi Kendal sebagai daerah penyangga ekonomi.

“Kami berharap investasi ini mampu memperkuat ekonomi lokal dan membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat,” ujarnya saat menghadiri groundbreaking, Sabtu (2/5). (*)

Editor : Putut Ariyo
#KEK Kendal #investasi Kendal #pabrik kemasan #investasi Indonesia #tenaga kerja