batampos – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau menggandeng Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri untuk memperkuat literasi keuangan masyarakat melalui pendekatan budaya Melayu.
Upaya tersebut diwujudkan melalui seminar bertajuk Konsep Keuangan dalam Pemikiran Raja Ali Haji yang digelar di kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri, Tanjungpinang.
Kegiatan itu diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas pustakawan, mahasiswa, akademisi, pegiat literasi dan budaya Melayu, hingga masyarakat umum.
Baca Juga: Kelapa Ulu Kawal Bintan Diusulkan Jadi Produk Indikasi Geografis
Dalam seminar tersebut, pemikiran Raja Ali Haji dibahas bukan hanya sebagai warisan sastra dan budaya, tetapi juga sebagai landasan etika dalam pengelolaan ekonomi dan keuangan masyarakat modern.
Nilai amanah, kebijaksanaan, serta tata kelola sosial-ekonomi yang diwariskan Raja Ali Haji dinilai masih relevan di tengah berkembangnya layanan keuangan digital dan meningkatnya risiko keuangan masyarakat.
Asisten Direktur Bagian Pelindungan Konsumen OJK Kepulauan Riau yang mewakili Kepala OJK Kepri Muhammad Lutfi mengatakan literasi keuangan kini menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat.
“Literasi keuangan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang mendesak. Masyarakat yang cerdas keuangan akan mampu mengelola keuangan secara bijak serta terhindar dari jeratan utang tidak produktif,” ujarnya, Jumat (15/5).
Baca Juga: Kevin Warsh Resmi Pimpin The Fed, Gantikan Jerome Powell di Tengah Tekanan Ekonomi AS
Menurut dia, nilai-nilai yang diajarkan Raja Ali Haji sejalan dengan program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang saat ini terus didorong OJK di berbagai daerah.
Pendekatan budaya dinilai menjadi cara yang lebih dekat untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri, Moh Bisri, mengatakan penguatan budaya literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga memahami nilai-nilai kehidupan yang diwariskan tokoh Melayu tersebut.
“Pemikiran Raja Ali Haji perlu terus dihidupkan kembali, termasuk dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap literasi keuangan,” katanya.
Baca Juga: Lotus Bangkitkan Era Supercar V8, Type 135 Hadir dengan Performa Buas
Seminar itu turut menghadirkan Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Kepulauan Riau, Anastasia Wiwik Swastiwi. Ia memaparkan keterkaitan pemikiran Raja Ali Haji dengan tata kelola ekonomi modern, mulai dari pentingnya perencanaan keuangan hingga kewaspadaan terhadap praktik keuangan ilegal.
Di sela kegiatan, OJK Kepulauan Riau juga menyerahkan 17 buku literasi keuangan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri.
Buku-buku tersebut membahas berbagai tema, mulai dari perencanaan keuangan keluarga, literasi keuangan untuk jenjang pendidikan, literasi bagi calon pengantin dan pekerja migran Indonesia, hingga perempuan cerdas keuangan.
Melalui pendekatan budaya Melayu, OJK berharap literasi keuangan tidak hanya dipahami sebagai kemampuan mengatur uang, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter dan tanggung jawab sosial masyarakat. (*)
Editor : M Tahang