Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

AS Serang Markas Angkatan Laut Garda Revolusi Iran di Gilan

A
Penulis: Antara❯
Sebuah jembatan yang menghubungkan wilayah Bandar Abbas dan Roudan—yang tidak dapat lagi digunakan akibat serangan AS—terlihat di Provinsi Hormozgan, Iran; pihak berwenang Iran menyatakan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan serangan terhadap 95 lokasi di 12 kota selama 10 hari terakhir, pada 19 Juli 2026. ANTARA/Amir Hossein Khorgooei - Anadolu Agency / pri.
Sebuah jembatan yang menghubungkan wilayah Bandar Abbas dan Roudan—yang tidak dapat lagi digunakan akibat serangan AS—terlihat di Provinsi Hormozgan, Iran; pihak berwenang Iran menyatakan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan serangan terhadap 95 lokasi di 12 kota selama 10 hari terakhir, pada 19 Juli 2026. ANTARA/Amir Hossein Khorgooei - Anadolu Agency / pri.
 

Advertisement

batampos – Sebuah markas Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Provinsi Gilan, Iran utara, dilaporkan menjadi sasaran serangan Amerika Serikat (AS) pada Jumat (24/7) pagi.

Pejabat keamanan Provinsi Gilan, Ali Bagheri, mengatakan serangan tersebut mengakibatkan kerusakan pada sejumlah peralatan militer yang berada di dalam kompleks markas.

"Pagi ini, markas Angkatan Laut IRGC di Zibakenar diserang oleh musuh AS sehingga menyebabkan kerusakan pada peralatan yang ada di dalam kompleks tersebut," kata Bagheri, seperti dikutip kantor berita Mehr.

Advertisement

Ia menambahkan, otoritas setempat tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui dampak dan rincian serangan tersebut. Menurutnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.

Konflik antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas meski kedua negara sempat menandatangani memorandum perdamaian pada 18 Juni 2026 untuk menghentikan konflik yang dimulai sejak 28 Februari.

Namun, sejak 8 Juli, pasukan Amerika Serikat kembali melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah target di wilayah Iran.

Advertisement

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut merupakan respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Presiden AS Donald Trump kemudian menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata antara Washington dan Teheran tidak lagi berlaku, sehingga ketegangan militer antara kedua negara kembali meningkat. (*)

Advertisement
Editor : Jamil Qasim

Artikel Terkait

IRGC Klaim Drone Bawah Laut AS Tak Bisa Lolos dari Pengawasan Iran

IRGC Klaim Drone Bawah Laut AS Tak Bisa Lolos dari Pengawasan Iran

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim tidak ada teknologi canggih, termasuk milik Amerika Serikat.

Iran Klaim Temukan Drone Bawah Laut AS di Selat Hormuz

Iran Klaim Temukan Drone Bawah Laut AS di Selat Hormuz

IRGC Iran mengklaim menemukan drone bawah laut AS di Selat Hormuz dan menyebut teknologinya tak mampu menembus sistem pengawasan.

IRGC Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS di Bahrain, Radar Oman Jadi Sasaran

IRGC Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS di Bahrain, Radar Oman Jadi Sasaran

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer