batampos — Dominasi Tiongkok dalam industri otomotif global semakin sulit dibendung. Tidak hanya unggul dalam produksi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), perusahaan-perusahaan otomotif asal negeri tersebut kini juga memimpin pengembangan teknologi baterai, perangkat lunak, hingga sistem kendaraan pintar terintegrasi.
Perkembangan pesat itu mulai memberi tekanan besar kepada produsen otomotif mapan dari Amerika Serikat, Eropa, hingga Jepang.
Dilansir BBC, Kamis (28/5), percepatan industri otomotif Tiongkok terlihat dari transformasi besar di sektor manufaktur. Sejumlah pabrik otomotif di Beijing dan Hefei kini mengandalkan sistem otomatisasi tingkat tinggi yang memadukan robotika dengan pengembangan perangkat lunak dalam satu rantai produksi yang efisien.
Model produksi seperti itu dinilai membuat kecepatan inovasi industri otomotif Tiongkok semakin sulit disaingi oleh produsen otomotif tradisional dunia.
Perubahan tersebut sekaligus menandai bergesernya pusat inovasi otomotif global ke Asia Timur. Sejumlah petinggi industri otomotif dunia bahkan mulai secara terbuka mengakui besarnya tekanan dari ekspansi agresif perusahaan-perusahaan Tiongkok.
“Kami tidak punya peluang menghadapi ini,” ujar Chief Executive Honda Toshihiro Mibe usai meninjau fasilitas produksi berteknologi tinggi di Shanghai.
Analis otomotif asal Shanghai, Bill Russo, menilai banyak negara maju masih melihat perubahan industri otomotif hanya sebatas transisi menuju kendaraan listrik. Padahal, menurut dia, persaingan yang terjadi jauh lebih besar dari itu.
“Padahal, ini tentang siapa yang akan memimpin generasi berikutnya dari teknologi mobilitas,” katanya. (*)
Editor : Putut Ariyo