Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kementerian Pariwisata Genjot Kunjungan Wisatawan Malaysia ke Kepri Lewat Program Famtrip

Antara • Minggu, 31 Mei 2026 | 17:33 WIB
Perwakilan agen perjalanan dan operator tur asal Malaysia antara lain diajak mengunjungi Pulau Penyengat dalam kegiatan Familiarization Trip (Famtrip) ke Destinasi Pariwisata Regeneratif Kepulauan Riau pada 19 Mei 2026. F. Kementerian Pariwisata
Perwakilan agen perjalanan dan operator tur asal Malaysia antara lain diajak mengunjungi Pulau Penyengat dalam kegiatan Familiarization Trip (Famtrip) ke Destinasi Pariwisata Regeneratif Kepulauan Riau pada 19 Mei 2026. F. Kementerian Pariwisata

batampos  – Kementerian Pariwisata terus berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan asal Malaysia ke Destinasi Pariwisata Regeneratif Kepulauan Riau (Kepri) melalui program Familiarization Trip (Famtrip) atau perjalanan pengenalan destinasi wisata.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan Malaysia merupakan salah satu pasar utama wisatawan mancanegara bagi Indonesia, khususnya untuk kawasan perbatasan seperti Kepulauan Riau.

"Malaysia merupakan salah satu pasar utama wisatawan mancanegara ke Indonesia," kata Ni Made dalam keterangan pers yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Ia menambahkan, kedekatan geografis serta konektivitas transportasi yang baik menjadikan Kepulauan Riau memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan lintas batas.

"Kedekatan geografis dan konektivitas yang baik menjadikan Kepulauan Riau memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai destinasi unggulan wisata lintas batas," ujarnya.

Dalam program Famtrip yang berlangsung pada 18–21 Mei 2026 tersebut, Kementerian Pariwisata mengundang 12 pelaku industri perjalanan dari Malaysia, terdiri dari delapan agen perjalanan di Kuala Lumpur dan empat operator tur dari Johor Bahru.

Selama kegiatan empat hari, para peserta diajak mengunjungi sejumlah destinasi unggulan di Batam, Tanjung Pinang, dan Bintan, termasuk Jembatan Barelang, Pulau Penyengat, dan kawasan wisata Lagoi.

Selain kunjungan destinasi, peserta juga mengikuti inspeksi hotel, wisata budaya Melayu, serta pertemuan bisnis dengan pelaku industri pariwisata setempat guna memperkuat kerja sama pemasaran wisata.

Program Famtrip ini juga difokuskan untuk memperkenalkan layanan pariwisata ramah Muslim di Indonesia yang dinilai sesuai dengan preferensi wisatawan Malaysia, termasuk ketersediaan kuliner halal dan budaya Melayu yang kuat di kawasan Kepri.

"Melalui pengalaman langsung di destinasi, kami berharap para pelaku travel agent dan tour operator dapat semakin memahami potensi produk wisata Batam, Tanjung Pinang, dan Bintan," kata Ni Made.

Ia menjelaskan, Famtrip merupakan bagian dari strategi promosi pariwisata nasional untuk memperluas jejaring bisnis, meningkatkan kerja sama industri, serta mendorong lahirnya paket wisata baru yang lebih kompetitif.

Berdasarkan Mobile Positioning Data (MPD), Kepulauan Riau tercatat menerima lebih dari 2,1 juta kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025, sementara kunjungan wisatawan nusantara mencapai lebih dari 5,2 juta perjalanan.

Sementara itu, kunjungan wisatawan Malaysia melalui jalur laut ke Batam meningkat signifikan, dari 278.082 kunjungan pada 2024 menjadi 412.127 kunjungan pada 2025, atau tumbuh sekitar 48,2 persen.

Data tersebut menunjukkan potensi besar pengembangan wisata lintas batas antara Malaysia dan Kepulauan Riau yang terus meningkat dari tahun ke tahun, seiring penguatan promosi dan kerja sama sektor pariwisata kedua wilayah. (*)

Editor : Putut Ariyo
#Kementerian Pariwisata #wisata Malaysia #Famtrip Kepri #pariwisata batam #kepulauan riau