Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Batam Dukung Usulan Bebas Visa untuk Jepang, Korea Selatan dan India

Muhammad Syaban • Jumat, 5 Juni 2026 | 23:25 WIB
Wisatawan berswafoto di kawasan Landmark Welcome to Batam, Batam Centre, Jumat (29/5). Ikon Kota Batam tersebut masih menjadi salah satu destinasi favorit warga dan wisatawan untuk berfoto sekaligus menikmati panorama kota. F. Cecep Mulyana/Batam Pos.
Wisatawan berswafoto di kawasan Landmark Welcome to Batam, Batam Centre, Jumat (29/5). Ikon Kota Batam tersebut masih menjadi salah satu destinasi favorit warga dan wisatawan untuk berfoto sekaligus menikmati panorama kota. F. Cecep Mulyana/Batam Pos.

batampos – Pemerintah Kota Batam menyambut positif usulan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk memberikan fasilitas Bebas Visa Kunjungan (BVK) kepada delapan negara dan satu kelompok pemegang Permanent Resident (PR) Singapura. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi mempercepat pemulihan sektor pariwisata sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Negara yang diusulkan memperoleh fasilitas bebas visa meliputi Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, India, Belarusia, Kazakhstan, Makau, serta perluasan fasilitas bagi pemegang Permanent Resident (PR) Singapura.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan pihaknya mendukung penuh usulan tersebut karena diyakini dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisatawan asing ke Batam dan Kepulauan Riau.

Menurut Ardi, sebelum pandemi Covid-19, Batam menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan dari Korea Selatan, Jepang, India, dan China. Namun hingga kini, jumlah kunjungan dari sejumlah negara tersebut belum sepenuhnya pulih.

Baca Juga: Jeju Air Hentikan Sementara Rute Batam–Incheon

“Kami memang sejak lama berharap ada relaksasi aturan visa. Sebelum Covid-19, wisatawan dari Korea, Jepang, India, dan China cukup besar datang ke Batam. Karena itu kami mendukung penuh usulan yang sedang diperjuangkan Kementerian Pariwisata,” ujar Ardi, Jumat (5/6).

Ia mengungkapkan, aspirasi terkait kemudahan visa juga telah disampaikan Pemerintah Kota Batam melalui Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, kepada pemerintah pusat dan kementerian terkait.

Menurutnya, usulan relaksasi visa bukan hanya menjadi harapan pemerintah daerah, tetapi juga telah lama diperjuangkan oleh pelaku industri pariwisata, asosiasi perjalanan wisata, hingga pemerintah provinsi karena dinilai mampu meningkatkan daya saing destinasi wisata Indonesia.

“Harapannya tentu kebijakan ini bisa segera terealisasi karena akan sangat membantu daerah-daerah wisata seperti Batam,” katanya.

 

Korea Selatan dan Jepang Jadi Pasar Prioritas

Dari daftar negara yang diusulkan, Ardi menilai Korea Selatan dan Jepang merupakan pasar wisata yang paling potensial bagi Batam.

Ia mengaku pernah berdiskusi dengan pelaku industri perjalanan wisata asal Korea Selatan yang menyebut jumlah kunjungan wisatawan Korea ke Batam saat ini masih jauh di bawah capaian sebelum pandemi.

Menurutnya, kunjungan wisatawan Korea ke Batam saat ini diperkirakan berada di kisaran 100 ribu orang per tahun. Angka tersebut masih jauh dibandingkan sebelum pandemi, yang disebut pernah mencapai sekitar 500 ribu kunjungan.

“Korea salah satu pasar yang sangat potensial. Dulu jumlah kunjungannya sangat besar dan sekarang belum kembali seperti sebelumnya. Karena itu kalau ada kemudahan visa tentu peluangnya sangat besar,” ujarnya.

Selain Korea Selatan dan Jepang, India juga dinilai memiliki prospek yang menjanjikan karena jumlah penduduk yang besar serta meningkatnya minat wisatawan India terhadap destinasi wisata di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: Dua Jemaah Haji Kepri Tertunda Pulang Karena Sakit

Infrastruktur Pariwisata Batam Dinilai Siap

Ardi menegaskan Batam siap menyambut peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara apabila kebijakan bebas visa nantinya disetujui pemerintah pusat.

Menurutnya, berbagai fasilitas pendukung pariwisata telah tersedia, mulai dari pelabuhan internasional, bandara, hotel, restoran, pusat hiburan, hingga layanan kesehatan.

Selain itu, layanan keimigrasian, bea cukai, karantina, dan pengamanan wisatawan juga telah berjalan untuk mendukung aktivitas pariwisata internasional.

“Kalau dari sisi kesiapan daerah, Batam sudah siap. Baik pelabuhan, bandara, imigrasi, hotel, restoran, rumah sakit hingga polisi pariwisata semuanya sudah tersedia untuk melayani wisatawan yang datang,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan pemerintah daerah, seperti pelebaran jalan dan peningkatan akses menuju destinasi wisata, akan semakin meningkatkan kenyamanan wisatawan selama berada di Batam.

Berpotensi Menggerakkan Ekonomi Daerah

Bagi Batam dan Kepulauan Riau, kebijakan bebas visa tidak hanya berdampak pada peningkatan jumlah wisatawan, tetapi juga berpotensi memberikan efek ganda terhadap perekonomian daerah.

Meningkatnya kunjungan wisatawan akan mendorong pertumbuhan sektor perhotelan, restoran, transportasi, pusat perbelanjaan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca Juga: Crocs Hadirkan Koleksi Super Mario Bros, Desain Warna - warni dengan Aksesori Jibbitz Eksklusif

Meski belum dapat memperkirakan tambahan jumlah kunjungan wisatawan secara pasti, Ardi optimistis kebijakan tersebut akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu keputusan final dari pemerintah pusat sembari terus memperkuat promosi destinasi wisata Batam di pasar internasional.

“Intinya kami mendukung penuh kebijakan yang bisa mempermudah wisatawan masuk ke Indonesia melalui Batam. Semakin mudah aksesnya, semakin besar peluang kunjungan wisatawan dan semakin besar pula dampaknya bagi ekonomi daerah,” tutup Ardi. (*)

Editor : Putut Ariyo
#batam #disbudpar batam #wisatawan mancanegara #bebas visa #pariwisata kepri