Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

REI Optimistis Pasar Properti Batam Tetap Bergairah, Targetkan Transaksi Rp100 Miliar

Abdul Azis Maulana • Jumat, 10 Juli 2026 | 10:01 WIB
Asisten Ekonomi  dan pembangunan perekonomian Pemko Batam Suhar bersama Deputi IV Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Djemy Francis, AsistenKetua DPD REI khusus Batam Robinson Tan berserta pengurus dan tamu undangan membuka REI Expo 2026 di Grand Batam Mall, Kamis (9/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos
Asisten Ekonomi dan pembangunan perekonomian Pemko Batam Suhar bersama Deputi IV Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Djemy Francis, AsistenKetua DPD REI khusus Batam Robinson Tan berserta pengurus dan tamu undangan membuka REI Expo 2026 di Grand Batam Mall, Kamis (9/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos 

batampos – Dewan Pimpinan Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) Batam optimistis pasar properti di Kota Batam masih akan tumbuh positif seiring kuatnya investasi dan aktivitas ekonomi daerah. Optimisme tersebut menjadi dasar penyelenggaraan REI Expo Batam 2026 yang berlangsung di Grand Batam Mall pada 9–19 Juli 2026.

Pameran properti itu diikuti 16 pengembang dengan total 32 stan. Sejumlah perbankan juga turut ambil bagian dengan menawarkan berbagai program pembiayaan dan promo Kredit Pemilikan Rumah (KPR), sehingga masyarakat dapat membandingkan berbagai pilihan pembiayaan dalam satu lokasi.

Ketua DPD REI Batam, Robinson Tan, mengatakan sektor properti memiliki efek berganda yang besar terhadap perekonomian. Menurutnya, pembangunan satu kawasan perumahan mampu menggerakkan sekitar 180 jenis usaha, mulai dari industri bahan bangunan, jasa konstruksi, hingga berbagai sektor pendukung lainnya.

"Properti menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Batam. Saat ini dukungan pemerintah sangat kuat, baik dari Pemerintah Kota Batam, BP Batam, BPN hingga sektor perbankan yang menyiapkan berbagai program pembiayaan," ujar Robinson, Kamis (9/7).

Menurut dia, kolaborasi antara pengembang dan perbankan menjadi faktor penting dalam mendorong transaksi selama pameran. Persaingan antarbank melalui berbagai promo dinilai justru menguntungkan masyarakat karena memberikan lebih banyak pilihan pembiayaan dengan bunga dan fasilitas yang kompetitif.

Robinson menilai prospek pasar properti Batam masih didukung oleh derasnya arus investasi, mulai dari pembangunan pusat data (data center), ekspansi industri manufaktur, hingga meningkatnya aktivitas konstruksi yang akan mendorong kebutuhan hunian.

"Kalau dulu Batam tidak macet, sekarang jalan diperlebar tetapi lalu lintas tetap padat. Itu menunjukkan aktivitas ekonomi terus meningkat," katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan pelaku usaha tetap perlu mewaspadai dinamika ekonomi global, terutama ketegangan geopolitik yang berpotensi memicu kenaikan suku bunga. Namun, menurutnya, fundamental ekonomi Batam masih cukup kuat sehingga dampaknya terhadap pasar properti diperkirakan tidak terlalu besar.

DPD REI Batam menargetkan nilai transaksi sekitar Rp100 miliar selama penyelenggaraan REI Expo Batam 2026.

Optimisme serupa disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Batam, Suhar. Ia mengatakan tema pameran yang mengajak masyarakat berinvestasi di sektor properti didukung sejumlah indikator ekonomi daerah yang masih menunjukkan tren positif.

Menurut Suhar, realisasi investasi Batam telah mencapai Rp69 triliun, melampaui target sebesar Rp66 triliun.

"Investasi tersebut menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi kota, dengan sekitar 58 persen aktivitas ekonomi digerakkan sektor industri manufaktur, disusul sektor konstruksi," ujarnya.

Selain investasi, pemerintah juga terus memantau pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi bersama Bank Indonesia. Menurut Suhar, stabilitas kedua indikator tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga iklim investasi dan pasar properti agar tetap kondusif di Batam. (*)

Editor : Jamil Qasim
#DPD REI #REI Expo Batam