Batampos - Pameran properti REI Expo Batam 2026 menutup penyelenggaraannya dengan capaian di atas target. Selama 11 hari pelaksanaan, 9–19 Juli 2026 di Grand Batam Mall, nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp108 miliar atau melampaui target panitia sebesar Rp100 miliar.
Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Batam Robinson Tan mengatakan. capaian tersebut menjadi rekor baru sepanjang penyelenggaraan REI Expo di Batam. Menurut dia, angka transaksi masih berpotensi bertambah karena sejumlah proses penjualan belum seluruhnya dibukukan hingga malam penutupan.
"Target awal kami Rp100 miliar. Sampai penutupan sudah mencapai Rp108 miliar dan masih ada transaksi yang sedang diproses," kata Robinson, Minggu (19/7/2026).
Baca Juga: Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Euforia Nobar Pecah di Aston Batam
Pencapaian itu sekaligus memperlihatkan daya beli masyarakat terhadap sektor properti di Batam yang dinilai masih terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global. Bagi pelaku industri, pameran tahunan tersebut menjadi salah satu indikator tingginya permintaan pasar terhadap hunian maupun investasi properti.
Robinson menilai dampak transaksi tidak berhenti pada nilai penjualan rumah semata. Menurut dia, setiap transaksi properti memicu aktivitas ekonomi di berbagai sektor lain, mulai dari industri bahan bangunan, jasa konstruksi, hingga usaha interior dan furnitur.
Ia memperkirakan nilai transaksi Rp108 miliar dapat menciptakan perputaran ekonomi hingga sekitar Rp230 miliar melalui efek berganda (multiplier effect).
Selain itu, transaksi tersebut diperkirakan memberikan kontribusi penerimaan pajak dan pendapatan daerah lebih dari Rp15 miliar.
"Yang bergerak bukan hanya developer. Banyak sektor lain ikut hidup karena aktivitas properti," ujarnya.
Baca Juga: Final Penuh Drama! Argentina Tumbang, Spanyol Juara Dunia 2026
Di tengah perlambatan ekonomi yang terjadi di sejumlah wilayah, Robinson menilai Batam masih memiliki daya tahan yang relatif kuat. Menurut dia, kondisi tersebut didukung sinergi antara pemerintah daerah, BP Batam, perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga iklim investasi.
Ia juga melihat meningkatnya optimisme pelaku industri dari tingginya minat pengembang mengikuti REI Expo tahun ini. Seluruh stan pameran disebut telah habis terpesan tiga bulan sebelum pembukaan, lebih cepat dibanding penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, panitia mencatat adanya daftar tunggu dari sejumlah pengembang yang ingin berpartisipasi.
Pada penutupan pameran, panitia juga memberikan penghargaan kepada peserta dengan capaian terbaik. Proyek Bukit Sukajadi mencatat nilai transaksi penjualan terbesar selama pameran dengan nilai lebih dari Rp20 miliar.
Capaian tersebut memperkuat optimisme pelaku industri bahwa pasar properti Batam masih berada dalam tren positif.
Di tengah tingginya kebutuhan hunian dan terus mengalirnya investasi, REI menilai sektor properti tetap menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Kota Batam. (*)