Batampos – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau memilih memberi edukasi kepada masyarakat melalui armada Mobil Edukasi Keuangan (SiMOLEK), OJK hadir di ajang Creative and Innovative Riau Islands Carnival (CERNIVAL) 2026 untuk memperkuat literasi keuangan sekaligus membuka layanan langsung bagi masyarakat.
Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau, Sinar Danandjaya, mengatakan perkembangan teknologi finansial harus diimbangi dengan peningkatan pemahaman masyarakat agar tidak menjadi korban berbagai kejahatan di ruang digital.
Menurut dia, percepatan digitalisasi memang membuka kemudahan akses layanan keuangan. Namun, tanpa bekal literasi yang memadai, masyarakat berpotensi terjebak dalam penipuan digital, investasi ilegal, pinjaman online ilegal hingga praktik judi online.
"Digitalisasi keuangan itu ibarat kendaraan super cepat. Jika tidak diimbangi dengan rem literasi yang pakem, masyarakat bisa tergelincir ke jurang penipuan digital. OJK Kepri hadir bukan untuk mengerem inovasi, melainkan memastikan masyarakat Kepri bisa melaju dengan aman dan terlindungi," kata Sinar, Senin (27/7/2026).
Baca Juga: Polwan Kawal Pelajar di SDN 001 Sungai Panas, Arus Lalu Lintas Pagi Tetap Lancar
Ia menilai kolaborasi antara OJK, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang sehat dan aman. CERNIVAL 2026, menurutnya, menjadi momentum untuk mempercepat penggunaan transaksi non-tunai sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap risiko kejahatan siber.
"Percepatan digitalisasi wajib diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai agar masyarakat terhindar dari risiko kejahatan siber, judi online, pinjol ilegal, dan investasi bodong. Melalui SiMOLEK, kami membawa pusat layanan OJK langsung ke tengah-tengah masyarakat," ujarnya.
Selama tiga hari pelaksanaan CERNIVAL 2026, Mobil SiMOLEK menyediakan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa dipungut biaya. Pengunjung dapat mengikuti edukasi mengenai pengelolaan keuangan, mengenal produk dan layanan jasa keuangan resmi, serta memperoleh tips bertransaksi digital secara aman.
Selain itu, OJK juga membuka layanan pengecekan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) secara mandiri, sehingga masyarakat dapat mengetahui riwayat kredit mereka secara langsung di lokasi kegiatan.
Baca Juga: 4 Polisi Terdakwa Kematian Bripda Natanael Mulai Disidang Pekan Ini
Tak hanya itu, tersedia pula layanan konsultasi dan pengaduan konsumen bagi masyarakat yang mengalami persoalan dengan lembaga jasa keuangan atau membutuhkan informasi mengenai layanan keuangan yang berizin dan diawasi OJK.
Untuk menarik minat generasi muda, SiMOLEK juga menghadirkan berbagai permainan interaktif berbasis literasi keuangan lengkap dengan materi edukasi digital dan pembagian suvenir.
Melalui pendekatan tersebut, OJK Kepri berharap literasi keuangan tidak lagi hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi menjadi bekal masyarakat dalam mengambil keputusan finansial secara bijak di era ekonomi digital.
Dengan membawa layanan langsung ke ruang publik, OJK ingin membentuk masyarakat Kepulauan Riau yang tidak hanya akrab dengan teknologi digital, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola keuangan secara cerdas, memahami hak dan kewajiban sebagai konsumen, serta lebih tangguh menghadapi berbagai risiko di sektor jasa keuangan. (*)