Archipelago Luncurkan Promo Kuliner Jepang "60 Seconds to Tokyo"

Abdul Aziz Maulana • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 07:38 WIB
Archipelago Hotel Batam memperkenalkan menu spesial dalam program promosi kuliner "60 Seconds to Tokyo" yang menghadirkan aneka street food khas Jepang di restoran jaringan Archipelago hingga Desember 2026. (istimewa)
Archipelago Hotel Batam memperkenalkan menu spesial dalam program promosi kuliner "60 Seconds to Tokyo" yang menghadirkan aneka street food khas Jepang di restoran jaringan Archipelago hingga Desember 2026. (istimewa)

batampos – Jaringan hotel Archipelago meluncurkan program promosi kuliner bertajuk "60 Seconds to Tokyo" secara serentak di seluruh Indonesia. Program yang berlangsung hingga Desember 2026 ini menghadirkan aneka jajanan kaki lima khas Jepang di restoran hotel sebagai upaya menarik pasar generasi muda sekaligus meningkatkan kinerja bisnis food and beverage (F&B).

Cluster General Manager Archipelago Hotel Batam, Yanuwar Dedy, mengatakan program ini tidak sekadar menghadirkan menu baru, tetapi juga mengubah persepsi masyarakat terhadap restoran hotel yang selama ini dianggap terlalu formal dan mahal.

"Persaingan restoran di luar hotel sangat ketat. Karena itu kami menghadirkan konsep street food lifestyle agar masyarakat, khususnya Gen Z, lebih tertarik datang dan menikmati pengalaman bersantap di restoran hotel," ujar Yanuwar, Jumat (31/7).

 

Hadirkan 16 Menu Bernuansa Street Food Jepang

Melalui program tersebut, Archipelago menyajikan sedikitnya 10 menu makanan, empat minuman, dan dua hidangan penutup yang terinspirasi dari kuliner jalanan Jepang.

Beberapa menu andalan yang ditawarkan antara lain takoyaki, yakitori, hingga burger wagyu, yang menjadi salah satu favorit pelanggan selama masa uji coba.

Yanuwar menjelaskan seluruh hotel di bawah jaringan Archipelago menggunakan resep, teknik memasak, dan standar penyajian yang sama. Standarisasi tersebut merupakan hasil riset dan pengembangan selama sekitar enam bulan yang melibatkan tim chef korporat.

 

Cita Rasa Jepang Disesuaikan dengan Lidah Indonesia

Menurut Yanuwar, pengembangan menu juga mendapat sentuhan langsung dari Chief Executive Officer Archipelago, yang memiliki latar belakang sebagai seorang chef.

Karena itu, setiap hidangan tetap mempertahankan karakter autentik kuliner Jepang, namun telah disesuaikan dengan preferensi cita rasa masyarakat Indonesia.

"Semuanya tetap mempertahankan cita rasa asli Jepang, tetapi sudah diakomodasi agar lebih sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia," katanya.

 

Bidik Wisatawan Domestik hingga Singapura dan Malaysia

Program "60 Seconds to Tokyo" menyasar berbagai segmen pasar, mulai dari wisatawan domestik hingga wisatawan mancanegara, khususnya dari Singapura dan Malaysia, yang merupakan pasar utama hotel-hotel Archipelago di Batam.

Selama masa uji coba sekitar satu bulan, respons konsumen dinilai cukup positif. Menu yakitori dan burger wagyu menjadi dua produk dengan penjualan tertinggi.

Burger wagyu yang ditawarkan menggunakan komposisi sekitar 80 persen daging dan 20 persen lemak, sehingga menghasilkan tekstur yang lebih lembut dengan cita rasa yang kaya.

Selain meningkatkan pengalaman bersantap para tamu, Archipelago berharap promosi ini mampu meningkatkan pendapatan sektor F&B sekaligus memperkuat citra restoran hotel di tengah persaingan industri kuliner yang semakin kompetitif.

Program "60 Seconds to Tokyo" akan berlangsung hingga akhir Desember 2026. Setelah itu, Archipelago berencana menghadirkan berbagai promosi kuliner tematik lainnya secara berkala untuk menjaga minat masyarakat berkunjung ke restoran hotel. (*)

Editor : Putut Ariyo
Hotel Batam Archipelago 60 Seconds to Tokyo food and beverage kuliner jepang