Blue Bird Bukukan Pendapatan Rp2,97 Triliun pada Semester I 2026

JawaPos • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 11:59 WIB
Armada taksi Bluebird melayani penumpang di salah satu kawasan perkotaan. PT Blue Bird Tbk membukukan pendapatan Rp2,97 triliun pada semester I 2026, tumbuh 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong kinerja layanan taksi, shuttle Cititrans, serta bisnis mobilitas lainnya. F. Dok. Bluebird
Armada taksi Bluebird melayani penumpang di salah satu kawasan perkotaan. PT Blue Bird Tbk membukukan pendapatan Rp2,97 triliun pada semester I 2026, tumbuh 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong kinerja layanan taksi, shuttle Cititrans, serta bisnis mobilitas lainnya. F. Dok. Bluebird

batampos – PT Blue Bird Tbk (BIRD) membukukan kinerja positif sepanjang semester I 2026 dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,97 triliun, meningkat 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain pertumbuhan pendapatan, perusahaan juga mencatatkan EBITDA sebesar Rp714 miliar dan laba bersih Rp323,8 miliar, mencerminkan ketahanan bisnis di tengah dinamika ekonomi global.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Andre Djokosoetono, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari strategi perusahaan dalam menjaga kualitas layanan sekaligus memperkuat berbagai lini bisnis mobilitas.

"Kami percaya kekuatan Blue Bird terletak pada kemampuan menghadirkan berbagai solusi mobilitas yang saling melengkapi. Karena itu, kami akan terus memperkuat investasi di tiap lini bisnis, meningkatkan kualitas operasional, serta pengembangan sumber daya manusia untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai jangka panjang bagi pelanggan," kata Andre dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8).

Baca Juga: DBMSDA Batam Intensifkan Normalisasi Drainase, Atasi Titik Rawan Genangan

Layanan Taksi Masih Jadi Penopang Utama

Dari total pendapatan semester I 2026, layanan taksi masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi 69 persen.

Sementara 31 persen sisanya berasal dari bisnis non-taksi, seperti layanan shuttle, rental kendaraan, bus, dan berbagai layanan mobilitas lainnya.

Perseroan menyebut pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan produktivitas armada, penguatan kinerja di berbagai wilayah operasional, serta optimalisasi layanan digital.

Cititrans Jadi Segmen dengan Pertumbuhan Tertinggi

Di antara lini bisnis non-taksi, layanan shuttle melalui Cititrans menjadi segmen dengan pertumbuhan paling pesat.

Peningkatan tersebut didorong oleh penambahan armada, optimalisasi rute perjalanan, serta tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur sekolah.

Sementara itu, layanan Bigbird masih didominasi permintaan dari segmen korporasi dan perjalanan rombongan.

Fokus Tingkatkan SDM dan Operasional

Selain memperkuat layanan mobilitas, Blue Bird juga terus mengoptimalkan pengelolaan siklus hidup armada sebagai bagian dari pengembangan ekosistem bisnis perusahaan.

Di sisi lain, perusahaan menjalankan berbagai program untuk meningkatkan kompetensi, memberikan apresiasi, serta memperkuat kesejahteraan pengemudi dan karyawan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang. (*)

Editor : Putut Ariyo
Blue Bird BIRD Cititrans Kinerja Keuangan transportasi