Tantangan Destry Damayanti jika Jadi Gubernur BI: Jaga Rupiah dan Independensi

jpg • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 19:31 WIB
Destry Damayanti, calon Gubernur BI. (Istimewa)
Destry Damayanti, calon Gubernur BI. (Istimewa)

batampos – Pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) mendapat respons positif dari kalangan ekonom. Namun, jika terpilih, Destry akan menghadapi sejumlah tantangan besar, terutama menjaga stabilitas rupiah dan mempertahankan independensi bank sentral.

Ekonom INDEF M. Rizal Taufikurahman menilai Destry memiliki modal pengalaman yang kuat karena bukan figur baru di lingkungan BI.

Destry telah menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019 dan kembali ditetapkan untuk periode kedua, yakni 2024–2029.

Menurut Rizal, pengalaman tersebut menjadi nilai tambah karena dapat memberikan kesinambungan kebijakan sekaligus mengurangi ketidakpastian dalam proses transisi kepemimpinan bank sentral.

“Karena itu, dari perspektif pasar, kelebihannya adalah familiarity, pengalaman, dan relatif kecilnya risiko perubahan arah kebijakan secara mendadak. Respons awal pasar juga cenderung positif, termasuk penguatan rupiah setelah kepastian pencalonannya muncul,” kata Rizal kepada JawaPos.com, Senin (10/8/2026).

Tantangan Menjaga Rupiah

Meski memiliki pengalaman panjang di BI, Rizal menilai tantangan Destry justru semakin besar setelah dirinya ditetapkan sebagai calon tunggal Gubernur BI.

Menurutnya, tugas BI ke depan tidak hanya menjaga inflasi, tetapi juga memastikan stabilitas rupiah di tengah volatilitas ekonomi global.

Selain itu, BI dituntut mengelola likuiditas agar tetap mampu mendukung sektor riil, sekaligus menghadapi ekspektasi pemerintah agar kebijakan moneter lebih aktif menopang pertumbuhan ekonomi.

“Di sinilah ujian independensinya. Koordinasi fiskal-moneter memang diperlukan, tetapi BI tidak boleh bergeser menjadi instrumen untuk mengakomodasi kebutuhan pembiayaan fiskal atau mengejar target pertumbuhan jangka pendek,” tegas Rizal.

Menurutnya, keseimbangan antara koordinasi dengan pemerintah dan independensi BI menjadi salah satu tantangan paling penting bagi gubernur BI berikutnya.

Independensi Jadi Sorotan

DPR juga menekankan bahwa Gubernur BI berikutnya harus mampu menjaga independensi bank sentral sekaligus mempertahankan kepercayaan pasar.

Rizal menilai pengalaman Destry di lingkungan BI merupakan modal penting, tetapi belum otomatis menyelesaikan seluruh tantangan institusional yang akan dihadapi.

“Jadi, Destry memiliki modal pengalaman dan memahami mesin kebijakan BI, tetapi itu belum otomatis menjawab seluruh persoalan institusional BI,” ujarnya.

Menurut Rizal, keberhasilan Destry nantinya akan sangat ditentukan oleh kemampuannya mengambil keputusan moneter secara kredibel, berbasis data, dan konsisten menjaga stabilitas rupiah serta inflasi.

Di sisi lain, ia juga harus mampu menjaga jarak yang sehat antara kebutuhan koordinasi dengan pemerintah dan prinsip independensi bank sentral.

“Menurut saya, pasar tidak hanya membutuhkan figur yang familiar, tetapi Gubernur BI yang mampu membuktikan bahwa policy credibility tetap lebih kuat daripada political pressure,” pungkas Rizal. (*)

Editor : Jamil Qasim
Destry Damayanti calon tunggal Gubernur BI