Wisman ke Kepri Tembus 1,22 Juta, Singapura dan Malaysia Masih Mendominasi

Antara • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 00:14 WIB
Turis pelesiran di pusat perbelanjaan Batam, belum lama ini. Melemahnya nilai tukar rupiah berpotensi menaikkan pendapatan sektor pariwisata  Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batampos
Turis pelesiran di pusat perbelanjaan Batam, belum lama ini.. Foto: Cecep Mulyana/Batampos

batampos – Sektor pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) selama periode Januari hingga Juli 2026 mencapai 1.225.574 kunjungan, meningkat 12,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 1.085.733 kunjungan.

Pelaksana Tugas Kepala BPS Kepulauan Riau, Margaretha Ari Anggorowati, mengatakan peningkatan tersebut dipengaruhi oleh semakin beragamnya agenda pariwisata yang diselenggarakan di berbagai daerah di Kepri sepanjang tahun ini. Berbagai festival budaya, kuliner, pameran, hingga ajang olahraga wisata (sport tourism), khususnya di Pulau Bintan, dinilai berhasil menarik lebih banyak wisatawan asing.

"Agenda wisata di Kepri 2026 semakin variatif sehingga mampu meningkatkan daya tarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung," ujar Margaretha di Tanjungpinang, Selasa.

BPS mencatat wisatawan asal Singapura dan Malaysia masih menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisman ke Kepri. Wisatawan asal Singapura mencapai 40,27 persen, sedangkan Malaysia menyumbang 28,90 persen dari total kunjungan selama Januari–Juli 2026.

Meski secara kumulatif mengalami pertumbuhan, jumlah kunjungan wisatawan asing pada Juli 2026 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Juli tercatat 180.623 kunjungan, turun 11,42 persen dari 203.899 kunjungan pada Juni 2026.

Menurut Margaretha, penurunan tersebut dipengaruhi berakhirnya masa libur sekolah di Singapura dan Malaysia. Pada Juni, periode liburan mendorong peningkatan jumlah wisatawan yang datang ke Kepulauan Riau.

"Pada Juli sudah tidak ada libur sekolah sehingga jumlah kunjungan kembali menyesuaikan pola normal," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, Hasan, mengatakan pemerintah daerah menargetkan 2,7 juta kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2026, lebih tinggi dibanding target tahun sebelumnya yang mencapai 2 juta kunjungan.

Ia optimistis target tersebut dapat tercapai melalui penguatan promosi destinasi, peningkatan kualitas layanan pariwisata, serta penyelenggaraan berbagai agenda wisata berskala nasional maupun internasional.

Tahun ini, Kepulauan Riau juga dipercaya menjadi tuan rumah Wonderful Indonesia Wellness yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata di kawasan Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.

Selain itu, Kepri memperoleh dukungan penyelenggaraan dua agenda dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN), yakni Jong Race Festival di Kabupaten Bintan dan Kenduri Seni Melayu di Kota Batam.

Berbagai kegiatan pendukung seperti Penyengat Heritage dan Kepri International Art & Culture 2026 juga akan digelar untuk memperkuat daya tarik wisata daerah.

"Dengan rangkaian event tersebut, kami optimistis sektor pariwisata Kepri akan terus tumbuh sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," kata Hasan. (*)

Editor : Putut Ariyo
wisman bps kepri batam pariwisata kepri kepri